Gempa Susulan Kembali Guncang Turki-Suriah, 3 Orang Tewas
📅 Selasa, 21 Feb 2023, 10:08 WIB | Oleh: SulianaGempa bumi susulan kembali mengguncang Turki dan Suriah pada Senin (20/2). Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter itu menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 200 orang di beberapa bagian Turki. Puluhan korban luka juga tercatat di negara tetangga Suriah.
Gempa susulan terjadi sekitar dua pekan usai gempa berkekuatan 7,8 SR pada 6 Februari yang menewaskan hampir 45.000 orang di Turki dan Suriah.
Adapun gempa susulan pada Senin (20/2) kemarin berpusat di kota Defne, di provinsi Hatay, Turki, yang merupakan salah satu daerah yang terdampak paling parah akibat guncangan gempa dua pekan yang lalu.
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan tiga orang tewas dan 213 luka-luka. Upaya pencarian dan penyelamatan sedang dilakukan di tiga bangunan yang runtuh di mana enam orang diyakini terjebak.
The Associated Press melaporkan polisi menyelamatkan satu orang yang terperangkap di dalam gedung berlantai tiga di Hatay, dan berusaha menjangkau tiga orang lainnya di dalamnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kantor berita negara Suriah, SANA, melaporkan bahwa enam orang terluka di Aleppo akibat tertimpa puing-puing yang berjatuhan. White Helmets, organisasi pertahanan sipil Suriah barat laut, melaporkan lebih dari 130 orang cedera, termasuk patah tulang dan kasus orang pingsan karena ketakutan.
Sejumlah bangunan di daerah yang sudah rusak akibat gempa sebelumnya juga dilaporkan runtuh usai gempa susulan tersebut.
Wartawan outlet berita lokal, HaberTurk yang melaporkan dari Hatay, mengatakan gempa susulan pada Senin (20/2) mengguncang para korban selamat dari gempa dahsyat sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di kota Adana, Turki, saksi mata Alejandro Malaver mengatakan semua orang sangat ketakutan dan "tidak ada yang mau kembali ke rumah mereka."
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengunjungi Hatay pada Senin (20/2) pagi, mengatakan pemerintahnya akan mulai membangun hampir 200.000 rumah baru di wilayah yang dilanda gempa. Proses pembangunan sendiri direncanakan untuk dilaksanakan paling cepat bulan depan.
Erdogan mengatakan bangunan baru itu tidak akan lebih tinggi dari tiga atau empat lantai, yang akan dibangun di atas tanah yang lebih kokoh dan dengan standar yang lebih tinggi.
Pembangunan hunian itu juga akan menempuh konsultasi dengan "profesor geofisika, geoteknik, geologi dan seismologi" dan pakar lainnya.
Tak hanya rumah, pemimpin Turki itu juga mengatakan akan kembali membangun monumen budaya yang hancur sesuai dengan "tekstur sejarah dan budaya" mereka.
Di Turki sendiri, badan penanggulangan bencana Turki AFAD pada hari Senin (20/2) melaporkan jumlah kematian yang dikonfirmasi dari gempa 6 Februari meningkat menjadi 41.156.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!