Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Susul Twitter, Akun Centang Biru Facebook dan Instagram Segera Berbayar

📅 Senin, 20 Feb 2023, 15:05 WIB | Oleh:
Susul Twitter, Akun Centang Biru Facebook dan Instagram Segera Berbayar Doc: The Guardian/Reuters
Ket. Ilustrasi

Perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta tengah menguji layanan akun centang biru berbayar. Adapun keuntungan layanan ini yakni peningkatan visibilitas, perlindungan terhadap peniruan identitas, dukungan pelanggan prioritas, dan banyak lagi.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan bahwa akun "Meta Verified" akan memberi pengguna lencana terverifikasi atau centang biru, peningkatan visibilitas pada platform, dukungan pelanggan yang diprioritaskan, dan banyak lagi.

"Minggu ini kami mulai meluncurkan Meta Verified, layanan berlangganan yang memungkinkan Anda memverifikasi akun Anda dengan ID pemerintah, mendapatkan lencana biru, mendapatkan perlindungan peniruan ekstra terhadap akun yang mengaku sebagai Anda, dan mendapatkan akses langsung ke dukungan pelanggan," kata Zuckerberg melalui story akun Instagramnya, dikutip dari The Verge, Senin (20/2).

"Fitur baru ini adalah tentang meningkatkan keaslian dan keamanan di seluruh layanan kami," lanjutnya.

Nantinya, layanan verifikasi untuk Facebook dan Instagram tersebut akan dikenakan biaya per bulannya US$ 11,99 atau sekitar Rp182 ribu via website. Sementara, untuk telepon seluler dikenakan biaya US$ 14,99 atau sekitar Rp227 ribu. (kurs Rp15.200).

Fitur tersebut akan segera diuji di beberapa negara pada pekan ini, termasuk Australia dan Selandia Baru. Sementara, untuk negara lainnya masih belum diketahui.

Para pelanggan yang ingin mendaftarkan menjadi Meta Verified, harus memenuhi sejumlah persyaratan. Pertama, berusia minimal 18 tahun atau lebih, dan mengirimkan KTP yang sesuai dengan nama dan foto yang Anda miliki di Facebook atau Instagram.

Selain itu, pengguna yang mendaftar ke layanan ini akan mendapatkan stiker eksklusif untuk Stories dan Reels, dan juga akan menerima 100 bintang gratis per bulan, atau mata uang digital yang dapat digunakan untuk memberi tip kepada pembuat konten di Facebook.

Meta mencatat bahwa akun bisnis belum dapat mengajukan lencana Meta Verified dan pengguna tidak dapat mengubah nama profil, nama pengguna, tanggal lahir, atau foto profil Anda tanpa melalui proses verifikasi lagi.

"Jangka panjang, kami ingin membuat penawaran langganan yang bermanfaat bagi semua orang, termasuk pembuat konten, bisnis, dan komunitas kami pada umumnya," tulis Meta dalam postingan blog.

"Sebagai bagian dari visi ini, kami mengembangkan arti dari lencana terverifikasi sehingga kami dapat memperluas akses ke verifikasi dan lebih banyak orang dapat mempercayai bahwa akun yang berinteraksi dengan mereka adalah asli," tambahnya.

Penawaran Meta tersebut sangat mirip dengan Twitter Blue versi Elon Musk yang dihargai sebesar US$ 8 per bulan, tetapi Meta mencatat bahwa itu tidak akan membuat perubahan apa pun pada akun yang telah diverifikasi menggunakan persyaratan perusahaan sebelumnya, termasuk ketenaran dan keaslian.

Saat layanan diluncurkan di Australia dan Selandia Baru minggu ini, biayanya $19,99 AUD di web dan $24,99 AUD di seluler, atau $23,99 NZD di web dan $29,99 NZD di seluler. Biaya yang lebih tinggi di iOS dan Android kemungkinan merupakan cara untuk mengimbangi komisi yang diambil Apple dan Google untuk pembelian dalam aplikasi.

Desas-desus tentang layanan ini pertama kali muncul awal bulan ini ketika laporan dari TechCrunch membagikan referensi verifikasi berbayar di kode sumber Instagram. Konsultan media sosial Matt Navarra kemudian memposting apa yang tampaknya menjadi halaman dukungan untuk verifikasi berbayar di Instagram versi Australia atau Selandia Baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Posko Siaga PLN Istana Waki...
Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.