Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bekasi Kaji Ulang Pemekaran

📅 Jumat, 17 Feb 2023, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Kaji Ulang Pemekaran Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan di sela musyawarah bersama para tokoh terkait kajian pembaruan usulan calon daerah pemekaran baru di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi memfasilitasi pelaksanaan diskusi terbuka membahas pembaruan kajian ulang pemekaran wilayah menjadi daerah otonomi baru. Beberapa waktu belakangan telah muncul kembali usulan pemekaran wilayah yang tertunda selama 16 tahun.

"Sesuai dengan prosedur, meskipun pernah dilakukan kajian pada tahun 2008, tentu rentang waktu 16 tahun ada data wilayah yang telah berubah. Untuk itu, kami lakukan pembaruan dari kajian sebelumnya," kata Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, di Cikarang, Kamis (16/2).

Dia menjelaskan opsi pergeseran kajian itu disebabkan banyaknya perubahan di lapangan sehingga kajian 2008 dinilai tidak sepenuhnya relevan lagi dengan kondisi sekarang. Selain itu, kajian baru disusun karena ada perubahan regulasi terkait daerah pemekaran.

"Karena harus ada keseimbangan antara daerah otonomi baru dan daerah induk. Kalau seimbang 100 persen sulit, tapi jangan terlalu jomplang. Maka atas dasar itu tim akan melakukan rekomendasi kajian baru. Nama daerah baru belum ditentukan, termasuk ibu kotanya," jelas Dani.

Wacana pemekaran wilayah utara Kabupaten Bekasi telah diajukan sejak 2008. Ketika itu, terdapat 13 kecamatan yang akan tergabung dalam daerah baru. Mereka adalah Tambun Selatan, Tambun Utara, Cibitung, Tarumajaya, dan Muaragembong. Kemudian, Babelan, Karangbahagia, Tambelang, Pebayuran, Cabangbungin, Sukakarya, Sukawangi, dan Sukatani.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bekasi, Entah Ismanto, mengatakan pola pemekaran wilayah masih dimungkinkan berubah sesuai dengan hasil kajian. Boleh jadi, bukan wilayah utara yang dimekarkan, melainkan wilayah tengah yang menjadi kota madya.

"Kajiannya bakal seperti apa, apakah namanya menjadi kabupaten Bekasi Utara, atau justru menjadi Kota Cikarang. Kemudian kabupaten induknya bergeser ke utara, tergantung pada kajian. Maka perlu tokoh untuk memberikan pandangan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Kejutan di French Open! Ube...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.