Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Memperingatkan Ancaman Kenaikan Permukaan Laut dapat Memicu Eksodus Massal

📅 Kamis, 16 Feb 2023, 00:32 WIB | Oleh:
PBB Memperingatkan Ancaman Kenaikan Permukaan Laut dapat Memicu Eksodus Massal Doc: Istimewa
Ket. Ke depan, mencairnya lapisan es di Greenland dan Antartika akan menjadi pendorong utama kenaikan permukaan laut.

NEW YORK CITY - Sekretaris JenderalPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Selasa (14/2) memperingatkan pemanasan global dapat memaksa eksodus massal seperti "skala alkitab" karena orang-orang menyelamatkan diri dari dataran rendah.

Dia menyerukan kerangka hukum untuk diterapkan sebagai persiapan, terutama bagi para pengungsi.

"Bahayanya sangat akut bagi hampir 900 juta orang yang tinggal di zona pesisir pada ketinggian rendah, itu satu dari sepuluh orang di bumi," kata Antonio Guterres dalam forum Dewan Keamanan PBB.

"Masyarakat dataran rendah dan seluruh negara bisa hilang selamanya. Kita akan menyaksikan eksodus massal seluruh populasi dalam skala alkitabiah," katanya.

Dikutip dari The Straits Times, ancaman itu, tambahnya, bukan hanya pada negara kepulauan kecil.

"Negara-negara seperti Bangladesh, Tiongkok, India, dan Belanda semuanya dalam bahaya, sementara kota-kota besar di setiap benua akan menghadapi dampak serius. Dari Kairo hingga Jakarta, dari Los Angeles hingga Kopenhagen," kata Guterres.

Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB (IPCC) mengatakan permukaan laut naik 15 centimeter hingga 25 centimeterantara tahun 1900 dan 2018.

"Tapi setiap pecahan dari satu derajat diperhitungkan. Jika suhu naik 2 derajat Celcius, kenaikan level itu bisa berlipat ganda, dengan kenaikan suhu lebih lanjut membawa kenaikan permukaan laut secara eksponensial," kata Guterres.

Organisasi Meterologi Dunia World (Meteorological Organization / WMO), pada Selasa mengatakan permukaan laut rata-rata global telah meningkat lebih cepat sejak tahun 1900 dibandingkan abad sebelumnya dalam 3.000 tahun terakhir. Lautan global juga menghangat lebih cepat selama satu abad terakhir daripada kapan pun dalam 11.000 tahun terakhir, katanya.

"Tingkat kenaikan permukaan laut tergantung pada tindakan global untuk mengurangi emisi. Tingkat rata-rata kenaikan permukaan laut adalah 1,3 milimeter per tahun antara 1901 dan 1971, meningkat menjadi 4,5 milimeterper tahun selama 2013-2022," kata WMO.

Menurutnya, kenaikan permukaan laut sebagian didorong oleh pemanasan laut, air memuai karena semakin panas, dan mencairnya gletser dan tudung es. Ke depan, mencairnya lapisan es di Greenland dan Antartika akan menjadi pendorong utama kenaikan permukaan laut.

WMO mengatakan selama 2.000 tahun ke depan, permukaan laut rata-rata global akan naik sekitar 2 meter hingga 3 meterjika pemanasan dibatasi hingga 1,5 derajat Celcius; 2 meter hingga 6 meter jika terbatas pada 2 derajat Celcius; dan 19 meter hingga 22 meter dengan pemanasan 5 derajat Celcius.

Kondisi itu akan terus meningkat selama ribuan tahun. "Dalam kasus ekstrim di mana umat manusia tidak melakukan apapun untuk mengontrol peningkatan emisi gas rumah kaca, ada risiko kenaikan permukaan laut sebesar 2 Celciuspada tahun 2100 dan bahkan 15m pada tahun 2300," kata WMO.

"Masalahnya harus diatasi di seluruh kerangka hukum dan hak asasi manusia," ujar Guterres.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.