Upaya Bintang Toedjoe Jadikan Jahe Merah Sebagai Ikon Herbal Indonesia
📅 Selasa, 14 Feb 2023, 19:29 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Bintang Toedjoe Inovasi Natural melalui brand Redgine menyelenggarakan event Redgine Coffee Mocktail Showcase di Titik Temu Café, Cipete, Jakarta pada Selasa, 14 Februari 2023. Acara yang didukung oleh Komunitas Barista Indonesia ini adalah salah satu upaya memperkenalkan Redgine, ekstrak jahe merah yang diprakarsai Divisi Bintang Toedjoe Inovasi Natural (Bina).
Nama produk Redgine singkatan dari red ginger. Produk ini diposisikan sebagai produk natural otentik Indonesia yang berkelanjutan (sustainable)dan perdagangan yang adil (fair trade), hasil produksi ekosistem yang dapat dilacak (traceable) dan tercatat (recorded).
"Redgine sebenarnya brand datang dari Bintang Toedjoe di bawah Kalbe Farma perusahaan yang fokus pada produk kesehatan. Komposisinya 100 persen jae bubuk premium yang sudah kita patenkan brand-nya," kata Bu Bina Commercialization Div. Head PT Bintang Toedjoe Lidya Warjaya pada kesempatan tersebut.
Kalau Korea memiliki ikon herbal yang disebut ginseng. Di sini Bina ingin memiliki ikon herbal yang bisa kita banggakan. "Kita terkenal dengan rempah-rempah tapi tidak pernah menjadi kebanggan," kata Lidya.
Redgine diklaim memiliki kualitas prima. Produk ini sudah diperiksa bebas dari logam berat, residu pestisida dan aflatoxin yang bisa membahayakan bagi tubuh, serta sudah tersertifikasi halal. Untuk menjadikannya ikon herbal, Bina membentuk ekosistem untuk mendukung keberlangsungan pasokan dan konsistensi kualitas bahan baku jahe merah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ekosistem ini menitikberatkan pada prinsip 3P yakni People, Planet, dan Prosperity. Inilah mengapa Redgine selalu mengutamakan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat dan semua pemangku kepentingan terkait," kata dia.
Ekosistem Redgine terdiri dari tujuh pilar proses, yaitu pembibitan jahe merah (Nursery), penanaman jahe merah (Cultivation), pasca panen (Post Harvest), ekstraksi atau destilasi (Extraction & Distillation), farmakologi (Pharmacology), komersialisasi (Commercialization), dan pemberdayaan masyarakat (Community Development). Penerapan tujuh pilar ini adalah salah satu upaya perusahaan mendukung kemandirian bahan baku obat di Indonesia, khususnya yang berbasis herbal.
Melalui portal www.negerijahemerah.com, Redgine mengenalkan ekosistem dan memberi edukasi kepada masyarakat tentang jahe merah. Dalam proses pembibitan jahe merah, Bina bekerjasama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), PT Inagro dan Universitas Surabaya untuk menghasilkan benih jahe merah yang terstandarisasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bina terus mengembangan penelitian kultur jaringan jahe merah untuk menghasilkan benih yang konsisten secara genetis. Pada proses penanaman jahe merah, berkolaborasi dengan komunitas petani jahe merah yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera dan Lombok. Bina melakukan pendataan, edukasi, monitoring dan melakukan kontrol usia panen untuk mendapatkan rimpang jahe merah yang sesuai standar dan terdata (traceable dan recorded).
Jahe merah yang siap dipanen, akan dikirimkan ke sentra panen termasuk bekerja sama dengan Pemerintah Daerah. Jahe merah ini kemudian disortir, dicuci, dipotong, dikeringkan dan dikemas sehingga siap untuk dikonsumsi atau diolah lebih lanjut.
Proses ekstraksi dan destilasi jahe merah bekerjasama dengan mitra ekstraktor atau destilator yang berpengalaman dan terkualifikasi untuk menghasilkan ekstrak dan minyak esensial jahe merah yang terstandar. Minyak esensial dari jahe merah yang dikontrol sehingga menghasilkan zat aktif gingerol dan zingiberene sesuai standar spesifikasi. Bahan ini kemudian diolah oleh perusahaan menjadi produk Redgine.
Riset dan kajian Farmakologi terus dilakukan, menjadikan bahan baku jahe merah Redgine memiliki landasan ilmiah yang kuat dari sisi uji efikasi (uji khasiat), uji safety (uji iritasi dan sensitisasi), uji toksisitas, dan uji sebagai imunomodulator. Dalam melakukan uji ini, Bina bekerja sama dengan BRIN, ITB, Ubaya, KyungHee University Korea, serta lembaga penelitian lainnya.
"Pilar komersialisasi bertanggung jawab untuk memasarkan, menyalurkan jahe merah Redgine baik dalam bentuk jahe merah segar, kering, maupun yang telah diolah menjadi ekstrak ataupun minyak yang memiliki kualitas sesuai standar nasional dan internasional," terang Lidya.
Kemudian, jahe merah Redgine yang dihasilkan baik dalam bentuk jahe merah segar, kering, maupun yang telah diolah menjadi ekstrak ataupun oil yang memiliki kualitas sesuai standar nasional dan internasional, dipasarkan oleh bagian komersialisasi ke industri farmasi, jamu, makanan, kosmetik, suplemen, dan nutraceutical, yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!