CCS/CCUS Berperan Penting Turunkan Emisi Karbon di Sektor Energi
📅 Senin, 06 Feb 2023, 16:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Istimewa
JAKARTA - Minyak dan gas bumi (Migas) masih menjadi pilihan utama dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya pada era transisi energi dari energi berbahan fosil menjadi energi baru dan terbarukan.
Penerapan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Storage and Utilization (CCUS) menjadi solusi penting untuk meningkatkan produksi migas nasional sekaligus mencapai target penurunan emisi karbon.
Namun, penerapan teknologi baru tersebut membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
Hal ini disampaikan Mulyanto, anggota Komisi VII DPR-RI. Menurut dia, pengembangan teknologi CCS/CCUS untuk kegiatan produksi migas membutuhkan biaya besar karena peralatan yang diperlukan untuk implementasi masih harus impor.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena itu, perlu dukungan dan kemudahan atau fasilitasi dari pemerintah. (Insentif) Itu perlu diberikan kepada investor," ujarnya di Jakarta, Senin (6/2)
Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah dapat mengkaji seluruh opsi yang ada yang paling tepat dan efisien dengan mempertimbangkan semua faktor.
"Tentu ini semua mempertimbangan kondisi industri migas yang produksinya saat ini sudah turun," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data SKK Migas, hingga akhir 2022 lifting minyak tercatat 612,3 million barrel oil per day (MBOPD) atau 87,1 persen dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 703 MBOPD.
Capaian lifting minyak ini lebih rendah dari realisasi pada 2021 sebesar 660,3 MBOPD. Sedangkan gas bumi, realisasi salur gas pada akhir 2022 tercatat sebesar 5.347 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92,2 persen dari target yang ditetapkan yaitu 5.800 MMSCFD. Sepertinya halnya minyak bumi, capaian gas bumi pada 2022 pun berada di bawah realisasi 2021 sebesar 5.505 MMSCFD.
Namun berbeda halnya dengan realisasi investasi. Pada akhir 2022, realisasi investasi hulu migas tercatat sebesar 12,3 miliar dollar AS atau 93 persen dari target 13,2 miliar dollar AS.
Nilai realisasi tersebut lebih tinggi daripada realisasi 2021 yang tercatat sebesar 10,9 miliar dollar AS.
Secara terpisah, Benny Lubiantara, Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, mengakui CCS/CCUS saat ini merupakan bagian penting dari operasi hulu migas agar sektor ini dapat memainkan perannya yang signifikan selama era transisi energi.
Kegiatan produksi migas saat ini dan di masa mendatang perlu dilakukan secara lebih bersih dan tepat kepada lingkungan mengingat tidak adanya jaminan bahwa transisi energi di suatu negara akan berlangsung dengan mulus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!