Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polusi Cahaya di Malam Hari Picu Obesitas dan Kanker, Kok Bisa?

📅 Minggu, 05 Feb 2023, 14:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polusi Cahaya di Malam Hari Picu Obesitas dan Kanker, Kok Bisa? Doc: Shutterstock
Ket. Kehadiran cahaya artifisial menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban modern, terutama bagi kaum urban dan generasi milenial.

Putra Santoso, Universitas Andalas

Kita sudah kerap mendengar dan merasakan polusi air, udara, tanah atau suara, tapi mungkin masih sedikit asing dengan polusi cahaya.

Kendati tidak populer, dampak polusi cahaya terhadap kesehatan kita sama mengerikannya dengan dampak polusi lainnya. Setiap malam mungkin kita terpapar polusi cahaya walau kita kurang menyadarinya.

Sebuah riset di Amerika Serikat selama 6 tahun dengan partisipan sekitar 43 ribu perempuan sehat menemukan bahwa sekitar 71% dari mereka yang terpapar cahaya lampu dan layar televisi ketika tidur pada malam hari mengalami obesitas.

Penelitian di Spanyol yang melibatkan partisipan sekitar 2.600 perempuan dewasa (dengan komposisi 47% pengidap kanker payudara dan 53% sehat) dan sekitar 1.500 laki-laki dewasa (41% pengidap kanker prostat dan 59% lelaki sehat), menemukan bahwa hampir seluruh (>90%) dari perempuan yang mengidap kanker payudara dan lelaki yang menderita kanker prostat adalah mereka yang banyak terdedah paparan cahaya artifisial baik di dalam maupun di luar ruangan pada malam hari.

Selain kedua jenis kanker tersebut, menurut para peneliti, kanker usus dan anus (colorectal) juga paling sering muncul akibat polusi cahaya.

Walaupun paparan cahaya pada malam hari berlebihan sangat berbahaya, ada cara mudah mengurangi risiko terkena penyakit kanker dan obesitas: kurangi kena cahaya pada malam hari dan tidurlah dalam kegelapan.

Bahaya Cahaya Artifisial: Pekerja Malam Paling Berisiko

Organisasi internasional anti polusi cahaya The International Dark-Sky Association (IDA) mendefinisikan polusi cahaya sebagai keadaan saat cahaya artifisial tersedia dalam intensitas berlebih atau keberadaannya tidak dibutuhkan dalam skala ruang dan waktu tertentu.

Cahaya artifisial dapat berasal dari lampu listrik atau LCD handphone, televisi, dan laptop atau alat elektronik sejenis.

Siapa yang paling rentan terdampak polusi cahaya?

Kehadiran cahaya artifisial adalah bagian tak terpisahkan dari peradaban modern, terutama bagi kaum urban dan generasi milenial.

Akan tetapi, berdasarkan penelitian, di antara semua kalangan, para pekerja yang jam kerjanya malam hari paling berisiko terdampak polusi ini. Tak tanggung-tanggung, polusi cahaya terbukti memicu obesitas dan kanker.

Cahaya Pengaruhi Metabolisme Tubuh

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.