Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IOC Tolak Tudingan Ukraina Soal Promosikan Perang Usai Rusia Berpotensi Ikut Olimpiade

📅 Rabu, 01 Feb 2023, 09:30 WIB | Oleh:
IOC Tolak Tudingan Ukraina Soal Promosikan Perang Usai Rusia Berpotensi Ikut Olimpiade Doc: REUTERS/Denis Balibouse/File Foto
Ket. Logo Cincin Olimpiade di depan markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss, 17 Mei 2022.

Komite Olimpiade Internasional (International Olympics Committee/IOC) menolak kritik keras dari pejabat Ukraina, yang menudingnya mempromosikan perang. Ini seiring Rusia yang berpotensi diberi kesempatan untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podolyak pada akhir pekan menggambarkan badan yang berbasis di Lausanne itu mempromosikan "kekerasan, pembunuhan massal, penghancuran". Ia bahwa kehadiran Rusia di Olimpiade akan memberikan negara itu "platform untuk mempromosikan genosida".

"IOC menolak dalam istilah sekuat mungkin ini dan pernyataan fitnah lainnya," kata IOC dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa (31/1).

"Mereka tidak bisa menjadi dasar untuk diskusi yang konstruktif," lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang pekan lalu menyerukan kampanye untuk mencegah atlet Rusia berkompetisi di Paris, meminta dukungan Perdana Menteri Denmark yang berkunjung pada Senin.

Dalam pidato video malamnya, Zelensky berjanji untuk "melindungi struktur olahraga dan gerakan Olimpiade internasional agar tidak didiskreditkan melalui upaya beberapa perwakilan birokrasi olahraga untuk mengizinkan atlet Rusia di kompetisi internasional".

Rusia menginvasi tetangganya Ukraina pada 24 Februari tahun lalu dengan mengatakan ingin melindungi keamanannya dan penutur bahasa Rusia. Puluhan ribu orang telah terbunuh dan jutaan orang diusir dari rumah mereka.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba sebelumnya menarik perhatian pada fakta bahwa banyak atlet Olimpiade Rusia memiliki hubungan dengan militer, termasuk dengan bersaing untuk klub olahraga yang berafiliasi dengan kementerian pertahanan.

"Tentara yang melakukan kekejaman, membunuh, memperkosa, dan menjarah. Inilah yang ingin ditempatkan oleh IOC yang bodoh di bawah bendera putih agar dapat bersaing," tulis Kuleba di Twitter.

Rusia membantah tuduhan bahwa pasukannya telah melakukan kekejaman di Ukraina.

IOC mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya menyambut baik proposal dari Dewan Olimpiade Asia agar atlet Rusia dan Belarusia memiliki kesempatan untuk berkompetisi di Asia.

Itu berpotensi juga termasuk acara kualifikasi Olimpiade, mengingat atlet Rusia dan Belarusia tidak dapat bersaing di Eropa karena berbagai pembatasan dan larangan serta tentangan yang disebabkan oleh invasi Rusia.

Namun, IOC kemudian menambahkan bahwa setiap federasi olahraga adalah "otoritas tunggal untuk kompetisi internasionalnya".

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan setiap upaya untuk menekan Moskow dari olahraga internasional karena apa yang disebutnya operasi militer khusus di Ukraina "pasti gagal".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.