- Home
-
- Luar Negeri
-
- Baterai Ponsel Bisa Dipaka...
Baterai Ponsel Bisa Dipakai hingga 9 Tahun
Jumat, 27 Jan 2023, 00:00 WIBSYDNEY - Tim peneliti dari Universitas Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia menemukan cara untuk memperpanjang masa pakai baterai ponsel hingga sembilan tahun. Hal itu dilakukan dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghilangkan karat yang menghambat kinerja baterai.
Dari The Straits Times, tim pada Rabu (25/1) mengatakan mereka menemukan gelombang suara pada frekuensi tertentu yang dapat menghilangkan karat dari bahan nano yang disebut MXene. Itu dapat mengembalikan baterai mendekati keadaan semula, dan ini bisa berarti selangkah lebih dekat ke umur baterai lithium yang lebih panjang.
Di Australia, hanya 10 persen dari baterai bekas, termasuk untuk ponsel, dikumpulkan untuk didaur ulang. Alasan utamanya adalah tingginya biaya daur ulang lithium dan bahan lain dari baterai.
Para peneliti mengatakan bahwa MXene mirip dengan graphene dengan konduktivitas listrik yang tinggi dan sangat dapat disesuaikan. Ini dapat digunakan dalam berbagai macam aplikasi teknologi di masa depan jika masalah karat dapat dengan mudah diselesaikan.
"Permukaan oksida, yang merupakan karat, sulit untuk dihilangkan terutama pada bahan ini, yang jauh lebih tipis dari rambut manusia," kata peneliti dari RMIT University, Hossein Alijani.
Pelapisan Bahan Kimia
Menurut Alijani, metode saat ini yang digunakan untuk mengurangi oksidasi bergantung pada pelapisan bahan kimia, yang membatasi penggunaan MXene dalam bentuk aslinya.
"Dalam karya ini, kami menunjukkan bahwa memaparkan film MXene yang teroksidasi ke getaran frekuensi tinggi hanya dalam satu menit menghilangkan karat pada film. Prosedur sederhana ini memungkinkan kinerja kelistrikan dan elektrokimianya," tutur Alijani.
Menerbitkan studi di Nature Communications, para peneliti percaya bahwa metode ini berpotensi memperpanjang masa pakai komponen baterai sampai tiga kali lipat, hingga sembilan tahun.
Ini juga membuka pintu bagi bahan nano untuk digunakan dalam aplikasi yang lebih luas dalam penyimpanan energi, sensor, transmisi nirkabel, dan perbaikan lingkungan.
Meskipun inovasinya menjanjikan, namun tim ini perlu bekerja sama dengan industri untuk mengintegrasikan perangkat akustiknya ke dalam sistem dan proses manufaktur yang ada sebagai langkah selanjutnya.
Berita Terkait:
-
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik dalam Uji Coba Pertama Tahun 2026.
-
Atraksi Pacu Jalur di Riau Bikin Takjub! Ada Makna dan Filosofi di Balik Gerakannya
-
Pemkab Gorontalo Tanggung Biaya Kepesertaan 12.000 PBI JKN yang Dinonaktifkan
-
Kunjungan Perdana, Wapres Gibran Disambut Tari Gale-Gale di Raja Ampat
-
Selamat, Dua Bandara InJourney Airports Masuk 5 Besar Terbaik di Asia Pasifik
-
Aion UT Ditawarkan dengan Garansi Baterai, Motor, dan Controller Seumur Hidup
-
Kampung Nelayan Merah Putih Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.