Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terlihat dari Citra Satelit, Koloni Penguin Baru Ditemukan di Antartika

📅 Senin, 23 Jan 2023, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terlihat dari Citra Satelit, Koloni Penguin Baru Ditemukan di Antartika Doc: Hurtigruten
Ket. Koloni penguin Adelie di Antartika.

JAKARTA -Untuk menghormati Hari Kesadaran Penguin tahun ini, Survei Antartika Inggris mengumumkan keberadaan koloni penguin kaisar yang sebelumnya belum pernah ditemukan pada salah satu bagian Antartika yang paling terpencil dan tidak dapat diakses.

Penguin kaisar yang mempunyai nama latin aptenodytes forsteri, termasuk jenis yang terbesar di antara famili penguin, yaitu dengan tinggi badan mencapai lebih dari 1 meter dan bobot lebih 35 kilogram.

Para ilmuwan melihat koloni ke-66 yang ditemukan di benua itu, dengan membandingkan citra satelit yang ditangkap oleh misi Copernicus Sentinel-2 milik Badan Antariksa Eropa dan satelit WorldView-3 Maxar.

Jejak koloni penguin kaisar yang tertangkap satelit (Maxar Technologies)Noda coklat yang kontras dengan es putih dan salju di Verleger Point di Antartika Barat adalah akumulasi kotoran "guano" yang ditinggalkan burung laut seperti penguin kaisar saat mereka perlu buang air.

Selama 15 tahun terakhir, Survei Antartika Inggris telah mencari koloni penguin baru dengan menggunakan citra satelit untuk menemukan noda kotoran.

Dari 66 koloni yang diketahui manusia di Antartika, setengahnya ditemukan menggunakan satelit.

"Ini adalah penemuan yang menarik, tapi koloni ini kecil dan berada di wilayah yang terdampak buruk oleh hilangnya es laut baru-baru ini" imbuh Peter Fretwell, salah satu peneliti yang memimpin penelitian tersebut sebagaimana dilaporkan Engadget.

Seperti yang ditunjukkan The Guardian, penguin kaisar adalah satu-satunya penguin yang diketahui berkembang biak di atas es. Itu membuat mereka sangat rentan terhadap perubahan iklim.

Burung-burung membutuhkan es di sekitar koloni mereka antara bulan April dan September untuk memberikan cukup waktu bagi keturunan mereka untuk tumbuh.

"Jika es pecah sebelum itu, anak penguin jatuh ke air dan tenggelam atau membeku," kata Fretwell.

Satu studi baru-baru ini memperkirakan sebagian besar penguin kaisar bisa punah pada akhir abad ini jika negara-negara di dunia tidak menemukan cara untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celcius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.