Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Tidak Pecah Perang, Presiden Korsel Tegaskan Kembali Komitmen Terhadap Perjanjian Nuklir

📅 Sabtu, 21 Jan 2023, 01:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Tidak Pecah Perang, Presiden Korsel Tegaskan Kembali Komitmen Terhadap Perjanjian Nuklir Doc: ANTARA/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gu
Ket. Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol.

Seoul - Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol menegaskan kembali komitmen negara itu terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan mengatakan bahwa sikap tunduk pada perjanjian tersebut merupakan pilihan yang "realistis" dan "rasional".

Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Yoon mengatakan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan Washington melawan ancaman nuklir Korea Utara (Korut).

"Saya dapat meyakinkan Anda bahwa pilihan realistis dan rasional Republik Korea adalah untuk sepenuhnya menghormati ketentuan NPT," kata Yoon, merujuk pada nama resmi negara itu.

"Saya sepenuhnya yakin dengan perluasan langkah pencegahan AS."

Untuk tujuan tersebut, dia mengatakan kedua negara "tengah mempersiapkan perencanaan bersama yang lebih kuat dan pelaksanaan bersama dalam mengoperasikan aset nuklir AS di Semenanjung Korea."

Pernyataan itu disampaikan setelah Yoon mengisyaratkan kemungkinan Seoul membangun persenjataan nuklir sendiri untuk pertahanan saat penyampaian laporan kebijakan oleh menteri luar negeri dan menteri pertahanan pada awal bulan ini.

Seorang pejabat kepresidenan kemudian menjelaskan bahwa komentar tersebut harus dipahami sebagai "pernyataan komitmen tegas Yoon di tengah meningkatnya ancaman senjata nuklir Korut."

Wall Street Journal menilai bahwa Yoon "memperhalus" pernyataannya tentang pengembangan senjata nuklir Seoul sendiri.

Terkait keinginan Jepang untuk memperkuat kapasitas militernya, Yoon mengatakan dirinya memahami langkah tersebut dan menekankan pentingnya kerja sama keamanan trilateral.

"Saya percaya bahwa kerja sama trilateral sangat penting, dan, dalam hal ini, saya tidak melihat ada banyak masalah terkait upaya Jepang untuk memperkuat kemampuan mereka sendiri."

Mengenai Undang-undang Pengurangan Inflasi AS yang dikhawatirkan merugikan produsen mobil Korsel, seperti Hyundai Motor Co. dan Kia Corp., di pasar AS, Yoon mengatakan masalah yang paling penting adalah "pelaksanaan hukum secara aktual dan ketentuan yang relevan."

Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa perusahaan Korsel tidak akan "terkena terlalu banyak risiko."

Yoon mengatakan akan mengunjungi China untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping, tetapi tidak merinci kemungkinan tanggal kunjungan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Komisi III DPR Berkunjung k...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.