- Home
-
- Luar Negeri
-
- Buron 30 Tahun, Bos Mafia ...
Buron 30 Tahun, Bos Mafia Nomor 1 Italia Akhirnya Ditangkap
Selasa, 17 Jan 2023, 10:15 WIBBos mafia yang telah menjadi buronan nomor satu di Italia, akhirnya berhasil ditangkap pada Senin (16/1) ketika tengah menjalani perawatan kesehatan di sebuah klinik swasta di Pulau Sisilia, Italia.
Matteo Messina Denaro ditangkap usai buron selama 30 tahun lamanya. Ia diadili secara in absentia atau pemeriksaan perkara tanpa kehadiran terdakwa karena terlibat atas lusinan pembunuhan, termasuk mendalangi insiden bom tahun 1992 yang menewaskan jaksa penuntut anti-Mafia, Giovanni Falcone dan Paolo Borsellino.
Selain hukuman atas pembunuhan kedua jaksa, dia juga dinyatakan bersalah membunuh istri Falcone dan beberapa pengawal mereka.
Messina Denaro juga termasuk di antara bos Cosa Nostra yang memerintahkan serangkaian pengeboman pada tahun 1993 yang memakan korban jiwa dan merusak Galeri Uffizi di Florence, dua gereja besar di Roma dan sebuah galeri seni di Milan.
Sebagai informasi, Cosa Nostra adalah sindikat kejahatan terorganisir yang berasal dari wilayah Sisilia, Italia. Selain Denaro, dua bos Cosa Nostra lainnya, Salvatore "Toto" Riina dan Bernardo Provenzano, yang masing-masing ditangkap pada 1993 dan 2006, usai puluhan tahun dalam pelarian.
Riina dan Provenzano sendiri telah menjalani tahun-tahun terakhir hidup mereka dalam kondisi penjara paling ketat di Italia yang diperuntukkan khusus bagi bos kejahatan terorganisir yang tidak menyesal dan menolak untuk bekerja sama dengan penyelidik.
Pada kasus Messina Denaro, beberapa berspekulasi apakah ia mungkin setuju untuk bekerja sama dengan jaksa dengan imbalan kondisi penjara yang lebih ringan.
Messina Denaro dilaporkan bersembunyi setahun setelah pengeboman itu saat masih muda. Ratusan petugas polisi ditugaskan selama bertahun-tahun untuk melacaknya. Kini di usianya yang sudah 60 tahun, Messina Denaro ditangkap atas bantuan penyakitnya.
Kepala Kejaksaan Palermo Maurizio De Lucia mengatakan kepada wartawan bahwa buronan itu menggunakan nama samaran Andrea Bonafede dan memiliki kartu identitas Italia atas nama itu. Dia menggunakan nama samaran itu untuk membuat janji temu pagi di klinik.
"Kami menangkap dalang pembantaian terakhir dari pembunuhan Mafia 1992-1993," kata jaksa penuntut De Lucia, seperti dikutip dari The Associated Press.
"Itu adalah utang yang harus dibayar Republik kepada para korban pada tahun-tahun itu," sambungnya.
Pihak berwenang tidak mengatakan untuk apa dia dirawat, tetapi dia ditangkap di klinik La Maddalena di Palermo, fasilitas medis kelas atas dengan reputasi merawat pasien kanker. Media Italia mengatakan dia menjalani perawatan selama setahun.
Selama konferensi pers malam, pihak berwenang mengatakan perawatan Messina Denaro dapat dilanjutkan di bangsal penjara rumah sakit.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
WHO akan Manfaatkan “AI” untuk Awasi Pengobatan Tradisional
-
BPBD Probolinggo: Lima Jembatan Putus Terdampak Bencana Banjir
-
Prancis Rawan Perampokan, Setelah Museum Louvre, Kini Butik Perhiasan dan Kantor Pos Dijarah Maling
-
Penyaluran Beasiswa Rp1,2 Miliar untuk Cegah Putus Sekolah di Papua
-
DPR Nilai Sekolah Rakyat dan Garuda Kejar Ketertinggalan Teknologi
-
Perkuat Daya Saing Teknologi, Kemenperin Konsisten Bangun Industri Semikonduktor RI
-
Malam Kelam di San Siro, Dihancurkan Norwegia 1-4, Apakah Italia Tidak Lolos Lagi ke Piala Dunia?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.