DPR Nilai Sekolah Rakyat dan Garuda Kejar Ketertinggalan Teknologi
Senin, 02 Feb 2026, 03:30 WIBJakarta - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai kebijakan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan visi yang sangat spesifik, yakni sebagai upaya mengejar ketertinggalan bangsa sekaligus mendorong pendidikan teknologi.
Menurut dia, negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan China sudah memiliki keunggulan industri teknologi. Buktinya, kata dia, banyak kendaraan listrik yang diproduksi negara tersebut yang kini membanjiri jalanan Jakarta.
âNegara-negara lain sekarang, Amerika atau China, luar biasa. Ratusan ribu anak-anak China sekolahnya teknologi dan engineering. Jadi siap-siap, makanya anak-anak nanti tidak bisa kemudian bermain gim terus,â kata Abdul di Jakarta, Minggu (1/2).
Di tengah keraguan sebagian publik terkait fokus pemerintahan baru pada sektor pertahanan, dia menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi agenda prioritas, meski pendekatannya berbeda dari pemerintahan sebelumnya.
Dengan program ini, Presiden ingin mengubah orientasi pendidikan Indonesia agar lebih menekankan penguasaan teknologi terapan.
Abdul menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk masyarakat prasejahtera, dengan koordinasi lintas kementerian dan pendekatan bantuan sosial.
âSekolah Rakyat leading sector-nya bukan Kemendikdasmen, tetapi Kementerian Sosial. Kenapa? Karena pendekatannya kemiskinan,â katanya.
Sementara itu, Sekolah Garuda disiapkan sebagai inkubator bagi siswa berbakat untuk dipersiapkan menembus perguruan tinggi kelas dunia, dengan fokus pada sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
âSekolah Garuda setingkat SLTA, SMA, atau SMK, terhubung dengan perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri, agar anak-anak pintar bisa tersambung langsung dengan pendidikan tinggi,â ujarnya.
Abdul mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengkritik pemerintah, tetapi juga berkolaborasi memajukan pendidikan nasional.
- Program Sekolah Rakyat (SR)
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sempat Ada Masalah Beton: Kini Sekolah Rakyat Wonosobo Tancap Gas 40%, Target Juli Masuk Sekolah
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
-
Roberto Di Matteo Soroti Krisis Chelsea, Pengalaman Jadi Kunci Stabilitas Tim
-
Progres Rata-Rata 59 Persen, Menteri PU Pastikan Kualitas Bangunan Sekolah Rakyat Tahap II Tetap Terjaga
-
Hadapi Kemarau 2026, OKI Resmi Berlakukan Siaga Darurat Karhutla.
-
Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Ini 5 Lokasi dengan Progres Tertinggi
-
Edukasi permainan tradisional di sekolah rakyat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.