Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lato-lato Dilarang di Sejumlah Daerah, Kampus Ini Malah Gelar Lomba, Pesertanya dari Seluruh Pulau Jawa

📅 Minggu, 15 Jan 2023, 13:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lato-lato Dilarang di Sejumlah Daerah, Kampus Ini Malah Gelar Lomba, Pesertanya dari Seluruh Pulau Jawa Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Peserta dari SMPN 1 Sampang Cilacap mengenakan hlem menunjukkan keterampilan bermain lato-lato dalam lomba yang digelar Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di halaman Kantor Pusat UMP di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/1/2023).

PURWOKERTO - Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada Minggu (15/1) menyelenggarakan lomba lato-lato serta kegiatan edukasi mengenai permainan tradisional di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Sebanyak 252 peserta dari berbagai daerah di Pulau Jawa mengikuti kegiatan tersebut, yang berlangsung di halaman Kantor Pusat Universitas Muhammadiyah Purwokerto(UMP), Kampus 1 Ahmad Dahlan, Purwokerto.

Peserta lomba lato-latoyang antara lain berasal dari Banyumas, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Jakarta, dan Purbalingga meliputi pelajar tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi serta anggota masyarakat umum.

Seluruh peserta lomba lato-latodiwajibkan memakai helm serta menjaga jarak aman dengan peserta lainnya.

Di samping mengadakan lomba, UMPmenyelenggarakan kegiatan bertajuk "Edukasi Permainan Tradisional Lato-Lato,Bagaimana Peran Orang Tua dan Sekolah serta Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas".

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UMP itu diisi dengan pemaparan mengenai cara bermain lato-lato yang baik dan aman.

Rektor UMP Assoc. Prof. Dr. Jebul Suroso mengemukakan bahwa perguruan tinggi berupaya menyampaikan edukasi mengenai penggunaanlato-latosecara aman.

"Memberikan pesan edukasi kepada mereka supaya lato-lato tetap menyenangkan, sehat, dan aman," katanya.

Menurut dia, lato-lato dapat menjadi salah satu alternatif permainan yang menggabungkan psikomotorik, afektif, dan pengetahuan.

Dia berharap kepopuleranlato-latobisa mendorong orang untuk kembali memainkan permainan-permainan tradisional yang lain, sehingga tidak hanya terpaku pada permainan digital saja.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono mengatakan bahwa dinas hingga saat ini belum merasa perlu melarang anak-anak sekolah bermain lato-lato.

Meski demikian, dia mengatakan, para kepala sekolah dan guru sudah diminta untuk menyampaikan kepada siswa supaya tidak membawa dan memainkanlato-latodi sekolah.

"Yang terpenting proporsi penempatan dan penggunaannya saja, karena lato-lato ini juga ada unsur psikologi belajarnya, ada kognitifnya, ada afektifnya, ada psikomotornya. Paling tidak ini untuk mengurangi kebiasaan mereka bermain gawai," katanya.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat UMP Prof. Dr. Sukirno mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba lato-latoditujukan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai penggunaan permainan tradisional seperti lato-lato.

"Kami adakan kegiatan pengabdian ini karena memang ada yang pro dan kontra terhadap permainan lato-lato," katanya.

Kegiatan edukasi itu mencakup pemaparan mengenai cara bermain lato-lato yang aman, antara lain dengan menggunakan helm serta menjaga jarak paling tidak 50 cm dari pemain yang lain.

"Ini yang menjadi kekhawatiran kan ketidakamanan, atau (risiko) menimbulkan kecelakaan. Ini yang kami coba atasi dengan cari solusi, antara lain menggunakan helm saat bermain, maupun peralatan lainnya yang bisa menambah kenyamanan dan keamanan," kata Sukirno.

Dia juga mengimbau orang tua memilih lato-lato yang bolanya terbuat dari plastik, bukan yang dari kaca.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.