Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Serukan Pendanaan Segera untuk Perangi Malnutrisi Akut Pada Anak

📅 Jumat, 13 Jan 2023, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Serukan Pendanaan Segera untuk Perangi Malnutrisi Akut Pada Anak Doc: ANTARA/REUTERS/Ali Khara
Ket. Seorang anak perempuan Afghan menerima sekarung beras, bagian dari bantuan kemanusiaan, dikirim China ke Afghanistan, di pusat distribusi di Kabul, Afghanista, Kamis (7/4/2022).

London - Beberapa badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pembiayaan yang mendesak untuk membantu jutaan anak yang menderita kekurangan gizi akut akibat konflik, guncangan iklim, dampak berkelanjutan dari pandemi COVID-19, dan meningkatnya biaya hidup.

"Saat ini, lebih dari 30 juta anak di 15 negara yang terkena dampak terburuk menderita kekurangan gizi--atau kekurangan gizi akut--dan delapan juta dari anak-anak itu sangat kurus, bentuk kekurangan gizi yang paling mematikan," kata lima badan PBB dalam sebuah pernyataan bersama pada Kamis (12/1).

Kelima belas negara tersebut adalah Afghanistan, Burkina Faso, Chad, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Haiti, Kenya, Madagaskar, Mali, Niger, Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, dan Yaman.

Menurut PBB, investasi yang lebih besar diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari krisis yang berkembang ini sebelum terlambat.

PBB juga mengatakan bahwa anak-anak dengan kondisi kekurangan gizi tersebut memiliki sistem kekebalan yang lemah dan berisiko lebih tinggi meninggal akibat penyakit umum pada masa kanak-kanak.

"Delapan juta orang sangat kurus--bentuk kekurangan gizi yang paling mematikan--yang berarti mereka 12 kali lebih mungkin meninggal daripada anak-anak yang cukup makan," ujar PBB.

Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) Qu Dongyu mengatakan situasinya kemungkinan akan semakin memburuk tahun ini.

"Kita harus memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan aksesibilitas makanan sehat untuk anak-anak, perempuan, dan ibu hamil dan menyusui. Kita perlu tindakan segera sekarang untuk menyelamatkan nyawa dan mengatasi akar penyebab malnutrisi akut dan bekerja sama di semua sektor," tutur Qu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Rona
Lisa BLACKPINK Rilis EP Sol...
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.