Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah 9 Desember: Kala Pasukan Sekutu Gagal Menjajah Turki

24 Selasa, 10 Jan 2023, 10:20 WIB | Oleh:
Sejarah 9 Desember: Kala Pasukan Sekutu Gagal Menjajah Turki Sejarah 9 Desember: Kala Pasukan Sekutu Gagal Menjajah Turki Doc: Encyclopedia Britannica, Inc.
Ket. Pasukan Turki yang terluka di sebuah pertemuan selama Kampanye Gallipoli.

Tanggal 9 Januari 1916 menjadi momok mengerikan bagi blok Sekutu usai mengalami kekalahan terbesar di Gallipoli selama Perang Dunia I.

Sejarah mencatat 250 ribu dari sekitar 480 ribu pasukan Sekutu terluka parah dan 46 ribu meninggal dunia dalam Pertempuran Gallipoli yang dimulai setahun sebelumnya.

Pertempuran brutal itu dimulai ketika kapal Inggris dan Prancis melancarkan serangan di Selat Dardanella, sebuah jalur sempit yang menghubungkan Laut Aegea ke Laut Marmara di barat laut Turki.

Kekuatan Sekutu yang pada 1915 telah berada di atas angin membuat mereka merasa perlu untuk menetapkan dominasinya dengan melakukan invasi terhadap wilayah penting lain.

Dengan menguasai wilayah Gallipoli, pasukan Inggris, Prancis dan Rusia bermaksud untuk mengamankan Selat Dardanella, sebuah jalur sempit yang menghubungkan Laut Aegea ke Laut Marmara di barat laut Turki.

Jika berhasil, merebut selat itu akan memungkinkan pasukan Sekutu untuk terhubung dengan Rusia di Laut Hitam, tempat mereka dapat bekerja sama untuk menjatuhkan Turki dari perang. Turki sendiri memang ikut terlibat dalam Perang Dunia I di pihak Blok Sentral, Jerman dan Austria-Hungaria, sejak November 1914.

Namun, invasi Gallipoli sebenarnya telah menimbulkan keraguan dari awal. Melansir laman History, salah satu pimpinan armada laut Inggris John Fisher dan Prancis awalnya ragu untuk menyerang Turki. Fisher bahkan menentang upaya invasi itu karena menurutnya kekuatan Turki belum bisa terukur oleh sekutu.

Pada sisi lain, pemimpin armada laut Inggris kala itu, Winston Churchill, percaya diri bahwa sekutu akan mampu merebut wilayah Gallipoli yang merupakan bagian dari Turki.

Walau akhirnya perbedaan pendapat dengan Churchill membuat Fisher memutuskan mundur pada bulan Mei, Prancis telah terbujuk oleh Churchill untuk melangsungkan invasi.

Belakangan diketahui bahwa Churchill rupanya punya intrik juga dengan Rusia sehingga mereka mau mendukung upaya invasi di Gallipoli.

Melalui bukunya Europe Since Napoleon, David Thomson mencatat adanya perjanjian rahasia antara Inggris dan Rusia untuk menyerahkan wilayah selat dan Konstantinopel jika mereka berhasil menginvasi Gallipoli.

Akhirnya pada 19 Februari 1915, serangan angkatan laut di Dardanella dimulai dengan pengeboman jarak jauh oleh kapal perang Inggris dan Prancis yang sukses memukul mundur benteng pertahanan Turki.

Sayangnya, tak butuh waktu lama bagi Turki untuk menyerang balik pasukan Sekutu. Setidaknya tiga kapal perang Sekutu berhasil ditenggelamkan dan beberapa lainnya mengalami kerusakan parah. Upaya invasi lewat jalur air pun dinyatakan gagal.

Kegagalan ini tak lantas membuat Sekutu mengubur mimpinya menguasai Gallipoli, serangan itu dilanjutkan dengan invasi darat besar-besaran ke Semenanjung Gallipoli pada 25 April. Setidaknya, pasukan Inggris dan Prancis serta Korps Angkatan Darat Australia dan Selandia Baru terlibat dalam invasi tersebut.

Sementara itu, Turki meningkatkan pertahanan mereka di bawah komando jenderal asal Jerman Liman von Sanders, yang mulai menempatkan pasukan Ottoman di sepanjang pantai, di mana dia mengharapkan pendaratan akan dilakukan.

Meski menderita banyak korban, pasukan Sekutu berhasil membangun dua tempat berpijak: di Helles di ujung selatan semenanjung, dan di Gaba Tepe di pantai Aegean, yang kemudian dijuluki Anzac Cove, untuk menghormati pasukan Australia dan Selandia Baru yang terlibat dalam pertempuran itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.