Enggan Akui Kesalahan, Ini 5 Cara Tepat Hadapi Pasangan Narsis Berat
📅 Jumat, 06 Jan 2023, 16:20 WIB | Oleh: SulianaMenghadapi orang dengan kepribadian narsistik bisa memberikan kamu tekanan. Pasalnya, mereka lebih mementingkan diri sendiri, dan senantiasa berpikir bahwa diri mereka lebih baik dari orang lain.
Orang-orang mungkin menganggap mereka yang memiliki gangguan kepribadian narsistik sebagai pribadi yang positif karena memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Namun, pandangan ini jelas tak bertahan lama.
Bagi mereka yang telah mengenal orang narsistik dengan baik, cenderung menganggap mereka berlebihan dan tidak disukai.
Penelitian dilakukan terhadap 436 orang yang memiliki kerabat narsistik, baik itu kekasih, atau anggota keluarga, melaporkan orang narsistik kerap melakukan pelecehan verbal seperti umpatan, ejekan dan pelecehan emosional dengan kerap menyalahkan orang lain.
Salah satu pengakuan narasumber seperti yang dikutip Psychological Today menggambarkan orang narsistik dalam hidup mereka "memiliki amukan yang sangat kejam, dengan omelan verbal yang mencakup teriakan, umpatan, dan menggunakan kerentanan saya yang paling pribadi sebagai senjata untuk menyakiti dan mengejek saya."
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika kamu bertanya-tanya bagaimana menghadapi seorang dengan kepribadian narsistik, berikut beberapa langkah yang harus diikuti saat berhadapan dengan mereka, seperti yang dirangkum dari Marriage:
1. Tetapkan batasan
Menetapkan batasan sangat penting untuk keseimbangan dan kesehatan mental, begitu juga saat menjalin hubungan dengan orang narsis berat karena terkadang melelahkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Misalnya, seorang suami narsis mungkin berbicara tidak pantas tentang istri atau putrinya, mengungkapkan informasi yang biasanya tidak akan dibagikan oleh suami atau ayah normal kepada publik.
Menetapkan batasan dengan pasangan narsistik berarti membuat mereka mematuhi aturan yang kamu tetapkan dalam hubungan.
2. Pahami bahwa tindakan mereka berasal dari kehampaan
Penting untuk diingat bahwa di balik semua itu, orang dengan gangguan kepribadian narsistik bergumul dengan perasaan hampa. Pada beberapa kasus, mereka terus membandingkan diri mereka dengan orang-orang di sekitar dan tidak pernah merasa cukup baik.
Atas dasar itu, jangan marah atau menyalahkan dirimu sendiri, terutama ketika mereka melakukan pelecehan verbal kepadamu.
3. Kejar kebahagiaanmu sendiri
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!