Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sektor Usaha Perlu Lakukan Penyesuaian Usai BBM Turun

📅 Kamis, 05 Jan 2023, 11:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sektor Usaha Perlu Lakukan Penyesuaian Usai BBM Turun Doc: ISTIMEWA

MALANG - Pelaku usaha perlu melakukan penyesuaian setelah Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Namun, kondisi tersebut sepertinya sulit dilakukan.

Ekonom Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, Nugroho Suryo Bintoro, mengatakan langkah pemerintah untuk menurunkan harga BBM non-subsidi tersebut patut diapresiasi karena menyesuaikan dengan harga pasar. Nugroho menjelaskan dengan penurunan harga BBM nonsubsidi tersebut, pemerintah tengah berupaya melakukan stabilisasi harga yang dalam kurun waktu jangka panjang akan menciptakan ketahanan ekonomi.

"Karena itu, dengan penurunan harga yang dilakukan oleh pemerintah tersebut, juga diharapkan ada langkah penyesuaian dari para pelaku usaha di Indonesia, meskipun hal itu sedikit sulit dilakukan," ujar Nugroho, Rabu (4/1).

Menurutnya, dengan ketahanan ekonomi tersebut, pada saat ada kenaikan harga BBM nonsubsidi ke depan, pelaku usaha tidak serta-merta menaikkan harga. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya pada saat terjadi penurunan harga.

Rantai Distribusi

Dia menilai penurunan harga BBM nonsubsidi tersebut juga akan berdampak terhadap rantai distribusi kebutuhan primer. Dia meyakini harga komoditas penting tersebut dalam waktu dekat akan mengalami penyesuaian harga.

"Ini akan membantu, terutama untuk pasokan kebutuhan primer. Distribusi dari petani kepada pengepul, pengepul ke distributor. Ini yang saya yakin bisa segera menyesuaikan," ujarnya.

Selain itu, penurunan harga BBM nonsubsidi tersebut juga akan memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata, terutama untuk mobilitas masyarakat. Memang untuk mobilitas primer seperti pekerja, selama ini tidak terganggu.

Kementerian BUMN, pada 3 Januari 2022 resmi mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak jenis pertamax (RON 92) Pertamina dari sebelumnya 13.900 rupiah per liter menjadi 12.800 rupiah per liter. Harga pertamax turbo (RON 98) turun dari 15.200 rupiah per liter menjadi 14.180 rupiah per liter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.