Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Jatuh Korban, Ahli: Dirikan Bangunan Tahan Gempa Penting Dilakukan Pascagempa Cianjur

📅 Rabu, 23 Nov 2022, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Jatuh Korban, Ahli: Dirikan Bangunan Tahan Gempa Penting Dilakukan Pascagempa Cianjur Doc: ANTARA/Raisan Al Farisi
Ket. Warga melintas di depan rumah yang roboh akibat gempa di Kampung Selakawung Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022).

Jakarta - Pakar tsunami Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Widjo Kongko mengatakan mitigasi bencana dengan membangun bangunan tahan gempa penting dalam melakukan renovasi dan rehabilitasi pascagempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Mitigasi bencana dengan mengevaluasi dan memperbaiki kondisi bangunan berbasis desain bangunan tahan gempa menjadi penting dilakukan," kata Widjo saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Gempa bumi dengan magnitudo 5,6 melanda wilayah barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin pukul 13.21 WIB.

Widjo menuturkan gempa bumi dengan magnitudo 5,6 pada siklus yang lebih pendek akan lebih sering terjadi dibanding dengan gempa bumi megathrust dengan magnitudo di atas 7-9 di zona subduksi.

Oleh karena itu, aspek ketahanan gempa perlu diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur dan bangunan lain untuk mengantisipasi dan meminimalisir dampak kerusakan akibat gempa di masa mendatang.

Selain itu, Widjo mengatakan pemetaan secara detail atau mikrozonasi pada zona-zona yang rawan longsor karena curam dan kondisi tanah yang labil juga perlu dilakukan untuk menghindari pembangunan permukiman/bangunan di daerah yang berisiko tersebut.

Gempa Cianjur bersifat dangkal di mana pusat gempa berada di kedalaman 10 km pada koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur, sekitar 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur. Gempa tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Sebelumnya, data terakhir Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (21/11) sampai dengan pukul 19.34 WIB mencatat 62 orang meninggal dunia. Sementara 79 orang lainnya luka-luka.

Adapun total warga mengungsi dilaporkan sebanyak 5.389 orang yang tersebar di beberapa titik.

Terkait kerusakan infrastruktur di Kabupaten Cianjur, ada sebanyak 2.272 rumah rusak, satu unit pondok pesantren rusak berat, satu RSUD Cianjur rusak ringan, empat unit gedung pemerintah rusak, tiga unit sarana pendidikan rusak serta satu unit sarana ibadah rusak.

Kerusakan infrastruktur juga tercatat di Kabupaten Bogor yakni sebanyak 46 rumah rusak, Kabupaten Sukabumi 443 rumah rusak, dan Kota Sukabumi sebanyak 14 unit rumah rusak.

"Gempa juga menyebabkan longsor yang menutup jalan lintas provinsi di Kabupaten Cianjur," kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/11).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
Luar Negeri
Penjahat Perang Ratko Mladi...
Nasional
Erupsi Menerus Gunung Anak ...
Advertisement
Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma Masih Berstatus Closed hingga 18.00 WIB

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.