Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepulauan Sombori, 'Miniatur Raja Ampat' di Tenggara Morowali

📅 Sabtu, 24 Sep 2022, 00:00 WIB | Oleh:

Destinasi wisata yang sangat menarik di Morowali adalahCagar Alam Morowali berada di di wilayah yang cukup luas, meliputi Kecamatan Soyo, Kecamatan Jaya, Kecamatan Bungku Utara. Kawasan hutan Morowali pertama kali dinyatakan sebagai hutan suaka pada 1977. Luas dari cagar alam ini sekitar 209.400 hektare menurut Surat Keputusan Menteri Kehutanan Tahun 1999.

Komposisi hutan di Cagar Alam Morowali berupa hutan mangrove, hutan rawa, hutan alluvial, hutan perbukitan dan pegunungan, hutan lumut, serta hutan sekunder. Cagar Alam Morowali memiliki beberapa jenis flora yang tumbuh di dalamnya ialah bakau, Bruguiera, teruntum, tengar, coropa, paku gajah, pandan, beringin, dan cemara laut. Di dalam alam ini terdapat hutan rawa dan hutan bambu yang ditumbuhi sawo mentega, sawo kecik, tanjung, Calophyllum, Panirani corymbosa, Haplolobus celebicus, pinang, dan rotan.

Beberapa jenis fauna yang hidup di dalamnya ialah babi rusa, anoa, yaki, musang sulawesi, kuskus, rusa, babi hutan, dan tikus. Selain itu terdapat pula jenis burung, seperti elang laut, itik, pecuk ular, dan cangak merah. Beberapa satwa yang merupakan satwa endemik dari Sulawesi. Misalnya dari 156 spesies burung, 49 spesies di antaranya merupakan spesies endemik dari Sulawesi.

Beberapa dari satwa yang ada juga termasuk satwa yang dilindungi dan termasuk binatang yang hampir punah, seperti babi rusa yang kerap mengalami perburuan. Cagar Alam Morowali yang menjadi rumah dari flora dan fauna endemik Sulawesi menyimpan potensi destinasi wisata dengan keindahannya. Cagar alam ini juga menjadi tempat hidupnya Suku Wana, suku asli di Sulteng.

Destinasi lain adalah Baho Pombine, berupa lautan air payau yang dikelilingi keindahan alam berupa tanaman bakau, pohon sagu, dan lanskap Gunung Mateantina yang gagah. Berada di Kecamatan Bungku Timur, tempat ini menawarkan pemandangan hijau di sekeliling pulaunya.

Lokasi wisata air payau ini dilengkapi dengan sebuah jembatan yang terlihat manis sebagai tempat berswafoto. Jembatan yang membentang tersebut menjadi spot favorit untuk diambil gambarnya dengan latar hijau yang menghiasinya.

Alam hijau nan asri terlihat cantik saat bercermin di air payaunya. Dengan tiket masuk 5.000 rupiah, tempat ini cocok untuk sekadar merenung dan menenangkan diri, juga rehat sejenak dari setiap rutinitas keseharian.

Kabupaten Morowali memiliki Desa Wisata dengan nama Desa Wisata Sakita, di Kecamatan Bungku Tengah. Tempat ini berupa desa wisata alam terutama wisata air, dengan adanya sungai yang mengalir dan air terjun, pegunungan, dan hutan.

Puncak Fafo Baho menjadi destinasi menarik di era media sosial. Dari sini pengunjung bisa memamerkan potret diri dan keindahan bentang alam dari puncak ketinggian. Berada di Kelurahan Lamberea, Kecamatan Bungku Tengah, puncak tersebut sendiri memiliki ketinggian sekitar 200 mdpl.

Pada ketinggian ini, para pengunjung dapat merasakan segar dan sejuknya udara dari Kota Bungku. Puncaknya menyajikan beragam spot untuk berswafoto.

Jika ingin menikmati kesegaran air di siang hari yang terik Air Terjun Baho Umumpa adalah pilihannya. Beralamat di Desa Bete-bete, Kecamatan Bahodopi, curug ini merupakan sebuah destinasi wisata lokal yang masih alami ini. Keunikan dari air terjun ini setelah jatuh di bebatuan langsung mengalir ke laut lepas yang berada di bawahnya.

Pemandangan di sekitar air terjun pun terlihat mengagumkan dengan masih rimbunnya pepohonan hijau yang seolah belum terjamah tangan manusia. Kombinasi air terjun pemandangan tebing hijau dan laut lepas di utara Morowali. hay/N-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...

Para Pembalap Mencermati Cuaca di Mandalika

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Para Pembalap Mencermati Cu...
Ekonomi
Bantu UMKM, Pemerintah Kota...
Advertisement
BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

07 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.