Wow! FIFA Akan Deteksi Tubuh Pemain Pakai Kecerdasan Buatan dalam Pelanggaran Offside pada Piala Dunia 2022
Sabtu, 09 Jul 2022, 19:00 WIBFederation Internationale de Football Association (FIFA), yang merupakan organisasi induk sepak bola dunia, telah mengumumkan akan menggunakan kamera dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah itu diambil regulator sepakbola FIFA untuk membantu wasit membuat keputusan offside dalam ajang Piala Dunia 2022.
Sistem semi-otomatis terdiri dari sensor yang berada dalam bola akan menyampaikan posisinya di lapangan 500 kali per detik. FIFA juga akan memasang 12 kamera pelacak dengan teknologi machine learning di bawah atap stadion. Machine learning sendiri merupakan ilmu pengembangan algoritma dan model statistik yang digunakan sistem komputer untuk menjalankan tugas tanpa instruksi eksplisit. Sebagai gantinya, machine learning lebih mengandalkan pola dan inferensi yang memungkinkannya untuk memprediksi hasil dengan lebih akurat dari set data input yang diberikan.
Kamera bertenaga machine learning itu akan digunakan FIFA untuk melacak 29 titik di tubuh pemain. Sistem perangkat lunak itu nantinya akan menggabungkan data untuk memberikan peringatan otomatis apabila pemain melakukan pelanggaran offside, yakni sebuah kondisi ketika para pemain lebih dekat dengan gawang tim lain daripada posisi lawan kedua terakhir mereka saat menerima bola. Peringatan nantinya akan dikirim ke petugas di ruang kontrol terdekat yang akan memvalidasi keputusan dengan memeriksa secara manual titik tendangan yang dipilih secara otomatis dan garis offside yang dibuat secara otomatis berdasarkan penghitungan posisi dari anggota tubuh pemain terakhir. Barulah keputusan akhir akan disampaikan petugas pada wasit di lapangan.
"Teknologi baru ini akan memberikan peringatan offside real-time kepada petugas pertandingan video menggunakan kecerdasan buatan. Kami masih merujuk pada sistem sebagai 'offside semi-otomatis' karena petugas harus memvalidasi keputusan yang diusulkan dan kemudian memberitahu wasit di lapangan." ujar Johannes Holzmüller, Direktur Teknologi dan Inovasi Sepakbola FIFA dalam keterangan resminya, dikutip Koran Jakarta, Rabu (6/7).
Walau terdengar rumit, FIFA mengklaim proses tersebut akan terjadi dalam beberapa detik sehingga menjamin offside dapat dibuat lebih cepat. Keputusan yang diberikan oleh kecerdasan buatan itu juga diklaim akan akurat lantaran Al, Rhila, bola pertandingan resmi Adidas untuk Piala Dunia 2022 akan dilengkapi oleh sensor unit pengukuran inersia (IMU) yang mampu mendeteksi insiden offside dengan ketat. Sensor itu akan mengirimkan data bola ke ruang operasi video sebanyak 500 kali per detik yang memungkinkan deteksi titik tendangan yang sangat tepat.
Setelah keputusan dikonfirmasi oleh wasit di lapangan, titik data posisi yang sama persis yang digunakan untuk membuat keputusan akan langsung dibuat menjadi animasi tiga dimensi (3D) yang secara sempurna merinci posisi anggota badan pemain di lapangan saat bola dimainkan. Menurut FIFA, animasi 3D ini mampu menampilkan situasi offside dari perspektif terbaik yang kemudian akan ditampilkan di layar raksasa di stadion dan juga akan tersedia bagi mitra siaran FIFA. Tujuan utamanya adalah untuk memberitahu semua penonton mengenai pengambilan keputusan offside dengan cara sejelas mungkin.
"Teknologi ini adalah puncak dari tiga tahun penelitian dan pengujian khusus untuk memberikan yang terbaik bagi tim, pemain, dan penggemar yang akan menuju Qatar akhir tahun ini, dan FIFA bangga dengan pekerjaan ini, karena kami menantikan dunia melihat manfaat dari teknologi offside semi-otomatis di Piala Dunia FIFA 2022," ujar Gianni Infantino selaku Presiden FIFA.
Teknologi Ini adalah contoh komitmen FIFA untuk memanfaatkan potensi teknologi dalam dunia sepakbola. FIFA sebelumnya memperkenalkan video asisten wasit (VAR) yang memungkinkan wasit meninjau keputusan menggunakan monitor sampingan selama ajang Piala Dunia 2018. Adapun semua detail tentang pengaturan teknologi offside semi-otomatis dan teknologi bola yang terhubung akan dipresentasikan kepada tim yang lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 di Lokakarya Tim di Doha pada 4 dan 5 Juli dan kemudian dibagikan kepada publik.
"FIFA berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan permainan sepak bola di semua tingkatan, dan penggunaan teknologi offside semi-otomatis di Piala Dunia FIFA 2022 adalah bukti yang paling jelas," tambahnya.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Grand Final Proliga 2026: Garuda Jaya Paksa Samator Mainkan Leg Ketiga Usai Menang Tipis 3-2
-
Paus Leo XIV Berikan Komentar Jelang Bergulirnya Piala Dunia 2026
-
Hati-hati, Pertambahan Populasi RI Sudah Melampaui Pertumbuhan Warga Dunia
-
FIFA Tingkatkan Hadiah Piala Dunia 2026 hingga 15 Persen
-
Perluas Jaringan ke Tiongkok, Vietjet Buka 5 Rute Baru dan Tambah 10 Pesawat Comac C909
-
Gemas! Adidas Luncurkan Jersey Piala Dunia untuk Anabul
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.