Jangan Merasa Aman, Perkuat Cadangan Pangan Hadapi El Nino

Selasa, 14 Jul 2026, 01:05 WIB

JAKARTA - Pemerintah harus memperkuat cadangan pangan secara keseluruhan untuk menghadapi musim kemarau yang dibarengi El-Nino. Pemerintah tidak boleh hanya merasa aman karena stok beras relatif kuat. 

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan Pemerintah perlu memitigasi musim kemarau yang dibarengi dengan El-Nino lebih dini, baik dari sektor produksi, distribusi, maupun cadangan pangan.

Ket. Foto: Pemerintah harus memperkuat cadangan pangan secara keseluruhan untuk menghadapi musim kemarau yang dibarengi El-Nino. — Sumber: istimewa

Rizal menyatakan bahwa untuk sektor produksi, pemerintah juga perlu memetakan sentra produksi yang paling rentan akan kekeringan dengan mempercepat perbaikan irigasi, menyediakan pompanisasi, pemanfaatan embung, dan penyesuaian kalender tanam.

Ia mengatakan bahwa produksi menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, agar cadangan pangan di Indonesia semakin kuat.

“Pendekatannya tidak boleh reaktif setelah produksi turun dan harga melonjak, tetapi berbasis sistem peringatan dini yang terintegrasi antara BMKG, Bapanas, BPS, Bulog, dan pemerintah daerah,” katanya.

Selain sisi produksi, cadangan pangan pun perlu diperhatikan, jangan sampai merasa aman ketika stok beras melimpah, namun harus dibarengi dengan stok pangan yang lainnya.

Komoditas strategis lain seperti jagung, gula, kedelai, bawang, telur, daging ayam, dan daging sapi kata Rizal, harus memiliki batas minimum stok operasional yang jelas, termasuk sebarannya per wilayah.

“Penyerapan saat panen raya, penguatan gudang dan cold storage, serta distribusi antardaerah harus dipercepat,” kata Rizal.

Dia pun meminta agar impor hanya digunakan sebagai instrumen terakhir, terukur, dan berbatas waktu agar tidak merusak harga petani.

“Kunci ketahanan pangan bukan sekadar stok nasional yang besar, tetapi kemampuan memastikan pasokan tersedia, terjangkau, dan sampai tepat waktu ke daerah yang mengalami defisit,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan pangan selain beras dalam kondisi siap, melalui penguatan stok pangan pokok strategis, guna memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi musim kemarau.

Langkah Mitigasi

Di kesempatan lain, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, penguatan cadangan pangan dan efisiensi penggunaan air dinilai menjadi kunci agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Dia menekankan pentingnya tiga langkah mitigasi untuk menghadapi dampak El Nino. Pertama, pengelolaan dan hemat air seperti optimalisasi infrastruktur air, pemanenan air hujan, pembuatan sumur resapan dan biopori. Kedua, ketahanan sektor pangan dengan menggalakkan varietas tanaman tahan kekeringan, teknik irigasi hemat air, dan asuransi pertanian.

Ketiga, siap siaga menghadapi krisis air bersih dan lingkungan dengan distribusi air bersih serta mewaspadai kebakaran hutan dan lahan.

Esther juga menegaskan agar Badan Pangan Nasional melalui Perum Bulog harus menjadi buffer atau penyangga utama untuk supply beras dan pangan lainnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.