Hebat! Tak Hanya Tuan Rumah Piala Dunia, Qatar Bakal Menjamu Amerika dan Iran Dalam Diskusi Pakta Nuklir Setelah Lama Bermusuhan

Senin, 27 Jun 2022, 11:00 WIB

Diskusi kesepakatan nuklir 2015 antara Amerika Serikat (AS) dan Iran "kemungkinan" akan diadakan di Qatar.

Kabar itu diberitakan oleh situs Iran International mengutip sebuah situs web yang dekat dengan Dewan Keamanan Iran.

Ket. Foto: Josep Borell, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan (kiri) berbicara selama konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian. — Sumber: AFP

Upaya Qatar membantu memulai kembali diskusi untuk mencabut sanksi AS terhadap Iran membuat "peluang Doha untuk menjadi tuan rumah negosiasi lebih tinggi" daripada negara lain, kata situs web Iran International, mengutip Nour News.

Adapun Nour News, digambarkan Iran International, sebagai pandangan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Shamkhani.

Senada dengan laporan itu, Menteri Luar Negeri Iran pada hari Sabtu (25/6) menuturkan pembicaraan tidak langsung Iran dengan AS tentang menghidupkan kembali pakta nuklir 2015 akan segera dilanjutkan.

Informasi itu disampaikan di tengah dorongan oleh diplomat tinggi Uni Eropa (UE) untuk memecahkan kebuntuan selama berbulan-bulan.

"Kami siap untuk melanjutkan pembicaraan dalam beberapa hari mendatang. Yang penting bagi Iran adalah untuk sepenuhnya menerima manfaat ekonomi dari kesepakatan 2015," kata Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian.

Dirinya menambahkan bahwa ia telah mengadakan "pertemuan panjang tapi positif" dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Borrell sendiri telah bertemu dengan diplomat top Iran pada hari Sabtu (25/6), seperti yang dilaporkan TV pemerintah Iran, ketika blok tersebut berusaha untuk memecahkan kebuntuan antara Teheran dan Washington mengenai pemulihan pakta nuklir.

Dikutip dari Arab News, pakta itu tampaknya hampir dihidupkan kembali pada bulan Maret ketika UE - yang mengoordinasikan negosiasi - mengundang para menteri luar negeri yang mewakili pihak-pihak dalam perjanjian ke Wina untuk menyelesaikan kesepakatan setelah 11 bulan pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan pemerintahan Presiden Joe Biden.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Suliana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.