Digitalisasi Pasar Rakyat Dipacu
Rabu, 15 Des 2021, 09:59 WIBJAKARTA - Digitalisasi pasar rakyat terus dipacu seiring pesatnya pertumbuhan transaksi digital di masyarakat dan terbatasnya aktivitas belanja karena dampak pandemi Covid-19. Pemanfaatan teknologi digital di pasar raktyat diharapkan dapat meningkatkan transaksi lebih dari 10 triliun rupiah per tahun.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), Y Joko Setiyanto, mengakui tren belanja dan bisnis saat ini bergeser ke digital. Karena itu, lanjut Joko, pihaknya telah menggaungkan digitalisasi pasar rakyat pada 2018. Namun, pandemi Covid-19 telah mempercepat transformasi digital tersebut.
"Pasar rakyat juga perlu dipacu untuk penerapan digital, ini yang menjadi concern Asparindo," tutur Joko usai terpilih kembali sebagai Ketua Umum dalam Munas Asparindo yang digelar secara hybrid di Jakarta, Selasa (14/12).
Dia menjelaskan sejumlah terobosan mulai digarap seperti hadirnya Paskomnas, aplikasi digital yang menghubungkan rantai pangan Nusantara melalui jaringan pasar induk di beberapa kota besar di Tanah Air. Ada juga Asparindo Grosir, situs belanja buah dan sayur secara daring, serta sejumlah kerja sama dengan sejumlah platform digital. Terobosan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing pasar rakyat di tengah gempuran minimarket, supermarket, dan hypermarket.
Kementerian Perdagangan pada 2011 mencatat ada 15.000 pasar rakyat dan 2,5 juta toko atau warung milik perseorangan dengan modal kecil. Sedangkan jumlah pasar swasta sebanyak 14.250 unit, terdiri atas 11.927 minimarket, 1.146 supermarket, 141 hypermarket, dan 26 perkulakan swasta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 1.484 toko swalayan yang tersebar di 635 kecamatan dan 223 kabupaten/kota seluruh Indonesia pada 2020. Jumlahnya bertambah 205 unit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.278 unit.
Sebagai perbandingan, keanggotaan Asparindo saat ini 416 anggota di tingkat kota dan kabupaten dengan total pedagang resmi mencapai 7,2 juta pedagang dan pedagang tak resmi seperti pedagang kaki lima sekitar 3 juta pedagang.
Saat pandemi, sekitar 60 persen pedagang terpaksa menutup tokonya. Untuk pedagang sembako dan sayur mayur, sudah mulai normal seperti sebelum pandemi. Namun, Joko optimistis transaksi akan kembali meningkat dengan penerapan digitalisasi. Lewat belanja online, tentu akan mengurangi ongkos perjalanan dan transaksi. Terjadi efisiensi, baik dari sisi waktu, tenaga, dan biaya.
Sejumlah pasar rakyat di beberapa daerah sudah menerapkan sistem belanja digital. Salah satunya di Makassar, Sulawesi Selatan. Direktur Asparindo Sulawesi, Saharudin Ridwan, mengatakan pihaknya sejak tahun lalu sudah menerapkan transaksi belanja digital di tiga pasar di Makassar melalui Baruga Pasar.
Saharudin, yang juga Direktur Operasional PD Pasar Makassar, menjelaskan lewat Baruga Pasar, konsumen cukup membuka aplikasi Whatsapp dan menghubungi call center untuk memesan barang yang diinginkan dan bahkan terdapat fitur tawar-menawar layaknya aktivitas di pasar secara offline. Pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan beberapa platform Grab, Gojek, dan Tokopedia.
Dikelola Profesional
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda, menilai pengurus pengelola pasar haruslah orang yang mengerti karakteristik konsumennya seperti apa, sehingga bisa mengelola pasar dengan lebih baik, bersih, dan rapi. Pengelola jangan berasal dari kroni penguasa atau titipan partai politik untuk mengelola PD Pasar.
"Sebaiknya dipilih orang profesional yang paham mengenai perkembangan zaman dan karakteristik konsumen pasar, sehingga strategi pengelolaan jauh lebih tertata," ujar Huda.
Pada kesempatan terpisah, Anggota Komisi VI DPR RI, Hendrik Lewerissa, mendorong adanya perubahan pengelolaan di pasar. Sebab, akibat pandemi, penjualan melalui jalur konvensional sudah tidak laku lagi. Konsumen lebih memilih beralih ke pasar transaksi online sehingga penjual harus mengikuti tren itu.
Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan adaptasi menjadi kunci agar pasar tetap eksis sekaligus bertahan dalam situasi krisis, mengingat saat ini Indonesia telah didera oleh pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun terakhir.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Tips Jitu Merintis Bisnis Sejak Masa Kuliah
-
Lima Wakil Indonesia Berlaga di Kumamoto Masters
-
KPK Buka Peluang Periksa Biro Haji di Luar Jakarta dan Jatim
-
Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Fesyen Nasional Berbasis Potensi Daerah
-
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Pada Akad Massal 26.000 KPR FLPP
-
Mensesneg, Seskab dan Menpora Lepas Ribuan Pelari Merdeka Run 8.0 K
-
9 Software Stok Barang Unggulan Agar Pengelolaan Gudang Lebih Efisien
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.