UI Paparkan Pembangunan Kota Cerdas dan Berkelanjutan di THE GSDC 2026
Kamis, 25 Jun 2026, 07:48 WIBDEPOK â Universitas Indonesia (UI) paparkan pembangunan perkotaan berkelanjutan pada Times Higher Education (THE) Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di Tangerang, Banten, yang berlangsung pada 22â25 Juni 2026.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya UI, Ahmad Gamal, dalam keterangannya di Depok, Rabu (24/6), mengatakan pemanfaatan kecerdasan buatan dan pembaruan data untuk perencanaan kota, penguatan ketahanan infrastruktur terhadap risiko iklim, serta pentingnya kolaborasi lintas sektor, diperlukan dalam membangun ekosistem kota cerdas yang berkelanjutan.
Melalui presentasinya yang berjudul âFrom Smart Technologies to Smart Urban Management: Lessons from Indonesia and the Global Southâ, Ahma Gamal menyoroti perubahan paradigma pembangunan kota cerdas.
Menurutnya, keberhasilan smart city tidak lagi ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, melainkan oleh kemampuan memperkuat tata kelola perkotaan, mendorong keberlanjutan, dan menciptakan keadilan sosial.
âBerdasarkan pengalaman Indonesia dan negara-negara Global South, berbagai tantangan perkotaan, seperti banjir, ketimpangan ruang, keterjangkauan hunian, degradasi lingkungan, dan lemahnya koordinasi antar-lembaga, sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya data, melainkan tentang bagaimana mengelola pertumbuhan kota dan menerjemahkan informasi menjadi kebijakan serta tindakan yang efektif,â ujarnya.
Gamal juga menekankan lima aspek utama pengembangan kota cerdas, antara lain tata kelola spasial berbasis data, pengelolaan pertumbuhan perkotaan, pengukuran keberhasilan melalui indikator keberlanjutan, penguatan ketahanan kota terhadap perubahan iklim, serta pengurangan kesenjangan agar manfaat teknologi dan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Ia menegaskan evolusi konsep smart city menunjukkan pergeseran dari fokus pada pengumpulan data menuju kemampuan mengelola transformasi perkotaan secara menyeluruh.
Kota yang berhasil pada masa depan, menurutnya, bukanlah kota dengan teknologi paling maju, melainkan kota yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan lingkungan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Forum internasional tersebut mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan, untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Melalui gerai pada pameran dan keterlibatan aktif dalam berbagai sesi diskusi, UI mempromosikan program internasional, peluang kemitraan di bidang keberlanjutan, serta inovasi hijau karya sivitas akademika.
Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi UI untuk memperluas jejaring global, bertukar pengetahuan, mempelajari praktik terbaik dunia, dan menjajaki kolaborasi strategis dengan berbagai institusi internasional.
Partisipasi UI dalam THE GSDC 2026 mencerminkan komitmen universitas untuk berkontribusi dalam penyelesaian berbagai tantangan global, sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun dunia.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dua Gempa Beruntun Goyang Sumbar dan Sumut, BMKG: Tidak Picu Tsunami
-
BMKG Prakirakan Kota-kota Besar di Wilayah Indonesia Akan Diguyur Hujan dengan Intensitas Bervariasi
-
Capai 3.100 Kasus, Malaysia Dilanda Wabah TBC - Masyarakat Diminta Pakai Masker
-
Makassar Tembus 10 Besar Kota Toleran Nasional
-
Jam Operasional Padel Segera Diatur Gubernur Pramono agar Tak Ganggu Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.