Amerika Serikat vs Turki: Tuan Rumah Kejar Rekor Sempurna, Turki Bertanding untuk Harga Diri

Kamis, 25 Jun 2026, 08:30 WIB

LOS ANGELES – Amerika Serikat akan berusaha mengakhiri fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna ketika menghadapi Turki dalam laga terakhir Grup D, Jumat (26/6) pagi WIB di Los Angeles Stadium.

Laga ini mempertemukan dua tim dengan situasi berbeda. Amerika Serikat sudah memastikan tiket ke babak gugur dan berada di puncak klasemen, sementara Turki datang tanpa poin setelah menelan dua kekalahan dan sudah tersingkir dari persaingan fase berikutnya.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan timnas Amerika Serikat. — Sumber: AFP

Kemenangan 2-0 atas Australia pada pertandingan sebelumnya membawa Amerika Serikat memimpin Grup D. Sebaliknya, Turki berada di dasar klasemen setelah kalah tipis 0-1 dari Paraguay.

Bagi Turki, Piala Dunia kali ini menjadi penampilan kedua mereka sepanjang sejarah. Namun, perjalanan mereka jauh berbeda dibanding generasi emas yang mampu finis di posisi ketiga pada Piala Dunia 2002.

Meski tersingkir, pelatih Vincenzo Montella tetap mendapat kepercayaan untuk melanjutkan pekerjaannya. Mantan pemain timnas Italia itu berpeluang membawa Turki meraih kemenangan pertama sejak mengalahkan Korea Selatan 3-2 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2002.

Turki juga berusaha menghindari catatan buruk. Mereka terancam mengalami tiga kekalahan beruntun di level internasional untuk pertama kalinya sejak Euro 2020, ketika mereka gagal mendapatkan satu poin pun di fase grup.

Selain itu, Turki berpotensi menjalani tiga pertandingan tanpa mencetak gol. Catatan terakhir terjadi pada periode 2010-2011 ketika mereka gagal mencetak gol dalam empat laga berturut-turut.

Secara statistik, Turki memiliki catatan kurang baik di fase grup Piala Dunia. Mereka gagal menang dalam dua dari tiga pertandingan grup ketika berhasil mencetak gol lebih dulu, dan selalu kalah dalam dua laga ketika kebobolan terlebih dahulu.

Pertandingan ini juga menjadi pertemuan pertama Turki melawan tim zona CONCACAF di Piala Dunia. Namun, mereka memiliki modal positif setelah mengalahkan Amerika Serikat 2-1 dalam laga persahabatan tahun lalu di East Hartford.

Sementara itu, Amerika Serikat menjalani turnamen dengan penuh kepercayaan diri.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, tim tuan rumah sudah memastikan lolos ke fase gugur setelah dua pertandingan.

Kemenangan atas Turki akan menciptakan sejarah baru karena menjadi pertama kalinya Amerika Serikat memenangkan tiga pertandingan beruntun dalam satu edisi Piala Dunia.

Tim asuhan Mauricio Pochettino juga sudah dipastikan menjadi juara grup, tetapi pertandingan ini tetap penting untuk menjaga momentum sebelum memasuki babak gugur.

Jika mampu mengalahkan Turki, Pochettino akan mencatat sejarah pribadi sebagai pelatih Amerika Serikat tersukses di Piala Dunia dengan tiga kemenangan, melewati catatan Bruce Arena dan Robert Millar yang masing-masing memiliki dua kemenangan.

Berbeda dari beberapa edisi sebelumnya, Amerika Serikat tampil lebih agresif di turnamen ini. Mereka mencatat sekitar 300 tekanan intensitas tinggi (high-intensity pressures), salah satu angka tertinggi di Piala Dunia 2026.

Menariknya, mereka melakukan itu tanpa kehadiran kapten Christian Pulisic dalam sebagian besar pertandingan.

Amerika Serikat juga sangat efektif dalam membangun serangan. Mereka mencatat 77,5 persen keberhasilan umpan di area sepertiga akhir lapangan dalam dua laga awal.

Mental mereka juga terlihat kuat sejak menit awal. Amerika Serikat mencetak gol dalam 15 menit pertama di dua pertandingan pertama, menjadi tim tuan rumah pertama sejak Prancis pada Piala Dunia 1938 yang mencatat pencapaian tersebut.

Kemenangan atas Turki juga akan menjadi yang pertama bagi Amerika Serikat sejak 2014, ketika mereka menang 2-1 dalam laga persahabatan di Red Bull Arena, New Jersey.

Turki mendapat kabar positif dengan kembalinya Kenan Yildiz setelah pulih dari cedera betis. Pemain Juventus itu berpeluang mencatat penampilan ke-31 bersama tim nasional.

Hakan Calhanoglu juga memiliki peluang memperbaiki catatan sejarah pribadi. Ia hanya membutuhkan satu gol untuk menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa Turki, menyamai torehan Tuncay Sanli dengan 22 gol.

Striker Fenerbahce, Kerem Akturkoglu, juga mengincar rekor pribadi untuk masuk daftar 10 besar pencetak gol terbanyak Turki.

Dengan posisi juara grup sudah aman, Pochettino kemungkinan melakukan rotasi. Christian Pulisic bisa diberi waktu istirahat setelah menjalani jadwal padat. Penyerang AC Milan itu hanya membutuhkan satu gol untuk menyamai Eric Wynalda sebagai pencetak gol terbanyak keempat Amerika Serikat di Piala Dunia.

Beberapa pemain yang sudah mendapat kartu kuning seperti Tyler Adams, Folarin Balogun, Chris Richards, dan Antonee Robinson juga berpeluang disimpan agar terhindar dari risiko akumulasi kartu.

Balogun sendiri berpeluang menjadi pemain Amerika Serikat pertama yang mencetak tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia sejak Bert Patenaude pada 1930.

Amerika Serikat berada dalam kondisi ideal: sudah lolos, bermain di kandang, dan memiliki kepercayaan diri tinggi. Turki mungkin tampil lebih lepas karena hanya mengejar kemenangan penghibur. Namun, kualitas permainan serta momentum membuat Amerika Serikat lebih diunggulkan.

Perkiraan Susunan Pemain

Turki (4-2-3-1)

Cakir; Muldur, Demiral, Kabak, Kadioglu; Ozcan, Calhanoglu; Akgun, Guler, Yildiz; Gul

Amerika Serikat (4-2-3-1)

Freese; Scally, McKenzie, Trusty, Arfsten; Roldan, Berhalter; Weah, Reyna, Zendejas; Pepi

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.