Tunisia vs Belanda: De Oranje Bidik Juara Grup, Elang Kartago Hanya Bermain untuk Harga Diri
Kamis, 25 Jun 2026, 08:00 WIBKANSAS CITY â Tunisia akan menghadapi Belanda pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026, Jumat (26/6) pagi WIB di Arrowhead Stadium. Pertandingan ini menjadi laga dengan situasi berbeda bagi kedua tim.
Tunisia sudah dipastikan tersingkir dan hanya memiliki kesempatan untuk menjaga harga diri. Sementara itu, Belanda datang dengan misi mengamankan posisi puncak grup sekaligus memastikan tiket ke babak 32 besar.
Belanda menjadi favorit kuat dalam laga ini. Selain memiliki kualitas skuad lebih baik, peluang Tunisia juga sudah tertutup secara matematis setelah aturan baru Piala Dunia menempatkan rekor pertemuan langsung (head-to-head) sebagai penentu utama dibanding selisih gol.
Setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka, Belanda menunjukkan karakter kuat pada pertandingan kedua ketika menghancurkan Swedia 5-1.
Tim asuhan Ronald Koeman tampil dominan sejak awal. Gol datang pada menit ke-5, 17, 47, dan 54 sebelum gol kelima tercipta pada akhir pertandingan.
Brian Brobbey menjadi bintang utama dengan mencetak dua gol awal yang membuat Belanda bermain lebih tenang. Cody Gakpo kemudian menambah dua gol, sementara pemain pengganti Crysencio Summerville melengkapi kemenangan besar tersebut.
Satu-satunya gol balasan Swedia dicetak Anthony Elanga, tetapi tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Penampilan tersebut menjadi gambaran Belanda sebagai salah satu kandidat kuat turnamen. Hasil itu berbeda dengan laga pertama ketika mereka sempat menunjukkan kelemahan setelah dua kali kehilangan keunggulan dan kebobolan gol penyama kedudukan Jepang pada menit ke-89.
Kini Belanda berada di puncak Grup F dengan empat poin, unggul selisih gol atas Jepang yang juga memiliki jumlah poin sama.
Kemenangan atas Tunisia hampir pasti membuat Belanda keluar sebagai juara grup, sedangkan hasil imbang atau kekalahan bisa membuka peluang mereka turun ke posisi kedua.
Kepercayaan diri Belanda juga didukung rekor pertemuan. Mereka tidak pernah kalah dalam tiga pertemuan melawan Tunisia dengan catatan satu kemenangan dan dua hasil imbang.
Selain itu, Belanda belum pernah kalah dalam pertandingan Piala Dunia menghadapi tim Afrika dengan rekor empat kemenangan dan satu imbang.
Tunisia memasuki pertandingan ini dalam kondisi sulit. Setelah kekalahan 5-1 dari Swedia pada laga pertama yang membuat pelatih Sabri Lamouchi kehilangan posisi, Herve Renard ditunjuk untuk membangkitkan tim.
Namun, pergantian pelatih belum memberikan dampak positif. Tunisia justru kembali kalah telak 4-0 dari Jepang pada pertandingan berikutnya.
Dalam laga tersebut, Tunisia gagal mencatat satu pun tembakan tepat sasaran dan akhirnya harus menerima kenyataan tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Kekalahan tersebut membuat Tunisia menjadi tim keempat dalam sejarah Piala Dunia yang kalah dua kali dalam satu turnamen dengan margin empat gol atau lebih. Terakhir kali hal itu terjadi pada Yunani di Piala Dunia 1994.
Jika kembali kalah dengan selisih besar, Tunisia akan menjadi tim pertama yang mengalami tiga kekalahan dengan margin empat gol atau lebih dalam satu edisi Piala Dunia.
Secara sejarah, peluang Tunisia juga tidak terlalu besar. Mereka hanya menang sekali dari 13 pertandingan Piala Dunia melawan negara Eropa, dengan catatan empat imbang dan delapan kekalahan.
Secara keseluruhan, Tunisia baru meraih tiga kemenangan dari 20 pertandingan Piala Dunia sepanjang sejarah.
Renard kemungkinan mengubah sistem pertahanan setelah formasi lima bek gagal menghadapi Jepang. Salah satu dari Dylan Bronn, Omar Rekik, atau Montassar Talbi bisa kehilangan tempat di lini belakang.
Yan Valery dan Ali Abdi diperkirakan tetap mengisi posisi bek sayap. Ali Abdi menjadi salah satu pemain paling produktif di skuad Tunisia saat ini dengan tujuh gol internasional.
Di lini tengah, pemain Burnley Hannibal Mejbri kemungkinan kembali menjadi pengatur serangan, dengan Ellyes Skhiri bertugas menjaga keseimbangan permainan.
Belanda kemungkinan kembali diperkuat Quinten Timber setelah absen melawan Swedia akibat gegar otak.
Brian Brobbey diyakini tetap menjadi pilihan utama sebagai ujung tombak setelah tampil impresif dengan dua gol terakhir. Donyell Malen dan Cody Gakpo diprediksi mendampinginya di lini depan, meski Crysencio Summerville juga berpeluang masuk setelah mencetak gol sebagai pemain pengganti.
Di lini tengah, Frenkie de Jong tetap menjadi pemain penting bersama Tijjani Reijnders dan Ryan Gravenberch.
Belanda memiliki semua keunggulan untuk memenangkan pertandingan. Mereka lebih tajam dalam menyerang dan memiliki motivasi besar untuk mengamankan posisi juara grup.
Tunisia kemungkinan akan bermain lebih bertahan untuk menghindari kekalahan besar, tetapi kualitas lini serang Belanda membuat mereka tetap menjadi ancaman.
Perkiraan Susunan Pemain
Tunisia (4-1-2-3)
Dahmen; Valery, Rekik, Talbi, Ali Abdi; Skhiri; Slimane, Hannibal; Chaouat, Saad, Mastouri
Belanda (4-3-3)
Verbruggen; Dumfries, Van Dijk, Van Hecke, Van de Ven; De Jong, Reijnders, Gravenberch; Malen, Brobbey, Gakpo
- Timnas Belanda
- Tunisia
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Skotlandia vs Maroko: Pertandingan Sengit Demi Tiket Babak Gugur Piala Dunia 2026
-
Uruguay Tertahan Perlawanan Gigih Arab Saudi, Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 Makin Terbuka
-
Panama vs Kroasia: Modric dan Kawan-kawan Bidik Kebangkitan untuk Amankan Posisi Tiga Besar
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Kaleng Edisi Khusus Coca-Cola Indonesia Ajak Masyarakat Rayakan FIFA World Cup 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.