Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ASN Mesti Cermati Gelagat Paham Radikal

📅 Kamis, 25 Nov 2021, 08:01 WIB | Oleh:
ASN Mesti Cermati Gelagat Paham Radikal Doc: Istimewa
Ket. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo

JAKARTA - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta mencermati gelagat paham radikal. Bahya radikalisme dan terorisme merupakan ancaman yang nyata. Permintaan ini disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Rabu (24/11).

Dia mengingatkan bahwa ancaman bahaya radikalisme dan terorisme terus mengintip. "Setelah 75 tahun merdeka, tantangan bangsa yang semakin mengancam adalah masalah radikalisme dan terorisme. Ancaman ini nyata," kata Tjahjo.

Menurut Tjahjo, pengaruh paham radikal strateginya bermacam-macam. Mereka menyusup lewat berbagai cara, bahkan ke lembaga resmi. Mereka lalu menanamkan pengaruhnya. Maka, setiap aparatur harus berani menentukan sikap lawan atau kawan.

"Ancaman tersebut bisa berasal dari perorangan, kelompok, atau golongan yang ingin mengacaukan kehidupan berbangsa dan bernegara," tandasnya. Tjahjo menambahkan, Pancasila sebagai dasar kehidupan bernegara harus dipegang teguh dan diimplementasikan. Menurut dia, implementasi nilai-nilai Pancasila bisa menangkal paham-paham radikalisme.

"Amalkan, implementasikan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada satu agama negara kita dan dunia yang mengajarkan permusuhan," tegas Tjahjo. Pemerintah sendiri, lanjut Tjahjo, telah memiliki beberapa instrumen untuk mencegah dan memberantas radikalisme, terutama di lingkup ASN.

Salah satunya, tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Penanganan Radikalisme ASN oleh 11 kementerian dan lembaga. Juga sudah ada portal aduan ASN sebagai sistem pelaporan atas pelanggaran ASN.

Sementara itu, tantangan bangsa lainnya adalah korupsi. Area-area rawan korupsi seperti perencanaan, penganggaran, bantuan sosial, hibah, retribusi, penyediaan barang dan jasa.

Aparatur, khususnya para pejabat kementerian diharapkan bisa menjadi contoh mencegah dan menekan praktik korupsi.

Tantangan yang tak kalah berat adalah penyalahgunaan narkotika. " Saya minta para ASN mengingatkan saudara, keluarga, dan teman-teman untuk menjauhi obat-obatan terlarang tersebut," pinta Tjahjo.

Saat ini di sejumlah daerah ada tantangan nyata lainnya berupa bencana alam dan nonalam. Banjir, gempa bumi, dan gunung meletus bisa setiap saat terjadi. Apalagi Nusantara masuk dalam lingkar cincin api, zona aktivitas seismik yang terdiri dari busur vulkanik dan palung di dasar laut.

Bencana nonalam termasuk pandemi Covid-19 masih berlangsung. "Ini perlu dijawab semua elemen bangsa. Semua pihak harus saling mendukung dalam memutus mata rantai Covid-19 dengan protokol kesehatan yang ketat," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Daerah
Karhutla Belum Reda, Tangga...
Luar Negeri
Polandia Ajak NATO Gelar La...
Advertisement
Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.