Sandiaga Belikan Perlengkapan Penari Topeng di Dieng
Sabtu, 09 Okt 2021, 00:00 WIBJAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengakui sangat tertarik dengan berbagai macam kesenian di Indonesia. Salah satunya adalah seni topeng yang kebanyakan untuk tarian, begitu juga ketika mengunjungi Desa Wisata Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dalam kunjungannya, Mas Menteri memberikan bantuan modal untuk membuat Topeng dan kostum seharga Rp20 juta.
"Ini cukup untuk membuat 20 unit topeng dan 4 set kostum tari," kata mbah Mujiono seniman topeng yang ditemui Sandiaga.
Mbah Mujiono juga mengatakan, harga saru set pakaian tari seharga Rp2,5 juta dan harga satu topeng seharga Rp500 ribu. Karena suasana pandemic maka dia dan seniman lain tidak ammpu mengganti pakaian yang dibuat menari dikarenakan sepinya pertunjukan dan panggilan untuk menari.
Atas dasar itu, Sandiaga memberi bantuan seniman tersebut dengan memberi uang modal membuat 20 topeng yang masing-masing seharga Rp500 ribu per topeng dan empat pasang pakaian tari baru sehngga total yang diberikan adalah Rp 20 juta.
"Saya Ucapkan terima kasih kepada Mas Menteri, dia itu pemimpin yang peduli," tegasnya. Mbah Mujiono juga mengaku memiliki 35 penari yang ikut menampilkan Topeng Lengger.
Sebelumnya, Sandiaga mendengarkan curhat Mbah Mujiono sang seniman tentang Topeng Lengger Dieng Kulon dan pakaian tari yang sudah mulai rusak dan lusuh. Padahal mereka diajak untuk tampil di festival kebudayaan di Thailand, sehingga mereka meminta bantuan Mas Menteri. Mbah Mujiono mengatakan, selain ada Covid-19 pihaknya masih menunggu kepastian untuk bisa berangkat ke Thailand untuk mementaskan tarian tersebut.
Sementara Sandiaga mengungkapkan, saat ini tamu-tamu juga sudah mulai banyak sehingga tidak layak untuk mementaskan dengan pakaian yang lusuh. Oleh karenanya dia memberikan bantuan membelikan pakaian dan topeng sehingga bisa lebih layak tampil.
Menurutnya, masih adanya kesenian model seperti ini di Kawasan Dieng memang harus terus dilestarikan. Namun, dia meminta kepada Mbah Mujiono untuk melaporkan apa yang sudah dibelinya kepada Kepala Desa untuk pertangung jawabannya. Dalam kunjungannya, Mas Menteri juga melihat produk suvenir kriya lukisan kayu, tongkat pringgodani, topeng Lengger.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
-
Gubernur Khofifah Sebut Kawasan Jatim Hub di Sidoarjo Perkuat Daya Saing Ekspor
-
Mencekam, Empat Orang Kritis Jadi Korban Tabrak Lari di Italia
-
KUR Melaju Kencang: BRI Catat Hampir Setengah Target Sudah Tersalurkan
-
56 Bhikkhu Lintas Negara Memulai Perjalanan Damai dari Bali Menuju Borobudur
-
Ingin Cepat Kaya, Pria Magelang Cari Pesugihan di Kebumen, Tewas Diracun "Sang Dukun"
-
Prabowo Buka Munas HIPMI XVII di Lampung, Pengusaha Muda Jadi Sorotan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.