Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keterlibatan KPK dalam Bisnis Ganggu Investasi

📅 Senin, 17 Feb 2020, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keterlibatan KPK dalam Bisnis Ganggu Investasi Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kegiatan investasi membuat ketidakpastian dalam berusaha. Kalangan investor menjadi tidak nyaman, seperti yang dialami PT Bumi Gas Energi (BGE) yang diduga diintervensi oleh oknum petinggi KPK.

Ketua Umum Asosiasi Daerah Penghasil Panasbumi Indonesia (ADPPI), Hasanuddin, mengatakan kasus yang saat ini tengah ramai dan menjadi topik pemberitaan merupakan hasil dari buah penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum pejabat KPK. "Semestinya lembaga yang bernama pemberantasan korupsi tidak masuk dalam ranah investasi. KPK boleh terlibat jika ada indikasi penyimpangan dalam regulasi investasi," kata Hasanuddin di Jakarta, pekan lalu.

Diketahui, beredar surat keterangan permohonan klarifikasi kepada Bank HSBC Indonesia yang diterbitkan oleh Deputi bidang Penindakan KPK. Surat yang ditujukan kepada direktur utama PT Geo Dipa Energi itu didiuga untuk kepentingan perkara dengan PT Bumi Gas Energi (BGE).

Hasanuddin mempersilakan kepada pihak PT BGE apabila mempunyai bukti kuat isi surat tidak benar dan merasa dirugikan, serta sebaiknya meminta dikoreksi oleh KPK. "Jika BGE dirugikan dengan isi surat tersebut karena saling tidak berkesesuaian dengan fakta, BGE bisa menyampaikan persoalan ini ke Dewan Pengawas KPK," katanya.

Instruksi Presiden

Hasanuddin mengingatkan bahwa instruksi Presiden Joko Widodo sudah jelas, tak ada ruang bagi mafia untuk membajak aparat penegak hukum. Jokowi pun mengancam akan 'gigit' balik para 'penggigit' program pemerintah yakni untuk memberi jaminan hukum ke pelaku usaha. Jokowi menyampaikan hal tersebut saat membuka rapat terbatas dengan jajaran Kemenko Polhukam di Istana Kepresiden, Jakarta, Oktober tahun lalu.

Terkait kasus antara GDE dan BGE, Hasanuddin mengatakan surat KPK tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum. Sebab KPK masuk pada ranah perdata yang bukan kewenangannya. Pertimbangan adanya potensi kerugian keuangan negara adalah pertimbangan yang tidak tepat. Jika benar itu pertimbangannya, kenapa KPK tidak masuk pada sengketa arbitrase internasional, yang menimpa proyek Dieng Patuha sebelumnya. Justru pada gugatan itulah negara dirugikan," ujarnya.

Hasanuddin memandang PT Geo Dipa Energi (Persero) yang bersengketa dengan PT BGE adalah entitas bisnis.

yok/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Megapolitan
Pemkab Karawang Siapkan PSE...

KKP Antarkan Lele Marinasi Asal Bandung Tembus Pasar Taiwan

23 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
KKP Antarkan Lele Marinasi ...
GIIAS 2026 Tunjukkan Tren Positif hingga Hari Terakhir, Antusiasme pada Perkembangan Dunia Otomotif Meningkat

GIIAS 2026 Tunjukkan Tren Positif hingga Hari Terakhir, Antusiasme pada Perkembangan Dunia Otomotif Meningkat

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.