Komunitas One Day Traveling
📅 Jumat, 24 Jan 2020, 01:00 WIB | Oleh: Tim PenulisDia katakan bahwa yang membawa motor bersamanya bukan tukang ojek pangkalan, tapi teman-temannya, ada guru, pemandu wisata dan pekerja lainnya. Mereka begitu senang saat menjelaskan tentang jalan-jalan yang dilewati pada penumpangnya. Dengan motor juga semua tempat destinasi wisata bisa dicapai.
"Di awal saya diminta menyiapkan tiga motor, sambil belajar dan melihat peluang,"kata Venggar. Permintaan meningkat, komunitas tersebut pernah membawa 10 orang peserta. Maka Venggar menyiapkan 10 motor ojek wisata.
Kumpulan Komunitas Peserta wisata satu hari ini tidak lagi hanya dari kalangan keluarga, dari teman-teman kerja dan yang tertarik dengan komunitas ini ikut bergabung.
Bahkan belakangan komunitas ini menjadi pengelola untuk perjalanan beberapa komunitas lain. "Jadi kalau ada grup atau komunitas yang mau jalan-jalan satu hari, mereka minta kita yang buatkan jalur perjalanannya dan sampai lokasi wisatanya," jelas Raga.
Lokasi pemberangkatan dalam satu perjalanan adalah terminal bus atau stasiun kereta api. Kota-kota yang dicapai memang masih di seputaran Jawa Barat. Beberapa komunitas yang sempat jalan bareng dengan One Day Traveling diantaranya ada Kopassos 2977, Gragas Wisata, Himpunan Anak Media, Jalan Jalan Mampang, Vakansi dan Teman Kantor.
Umumnya peserta One DayTraveling tidak mempermasalahkan angkutan yang digunakan. "Bagi kami yang penting adalah bisa sampai di kota tujuan sepagi mungkin, lalu bisa mendapatkan angkutan untuk pulang yang paling akhir.
Jadi kalau dengan kereta api, bisa dengan tiket eksekutif pulang pergi atau berangkat bisnis pulang eksekutif dan sebaliknya,"kata Raga yang juga menyukai olahraga Muaythai.
Tidak ada ikatan formal di komunitas ini. Bagi yang suka dan punya waktu sehari lalu ingin mencoba greget wisata dari sebuah kota, maka dipersilahkan untuk bergabung di One DayTraveling.
Sehari Kulineran ke Cianjur
Ini salah satu perjalanan One Day Traveling untuk wisata kulineran ke Cianjur. Perjalanan untuk menikmati berbagai kuliner itu dimulai dari Jakarta terus melewati Pasar Cipanas dan Istana Presiden.
Saat memasuki wilayah Cianjur, di kawasan Cangklek dan Panembong terdapat dua RM "Mang Nana", warung nasi Sunda dengan konsep rumahan yang sangat kental. Babat Goreng, sambal terasi dan aneka lalapan Sunda yang tergolong unik bisa dinikmati di sini.
Kalau bukan orang Sunda , mungkin akan merasa asing dengan daun bunut, gandaria, tespong, keresmen dan sejenisnya. Menjelang Tugu Adipura yang menjadi pintu masuk wilayah kota Cianjur, di sebelah kanan jalan ada Kedai Batagor yang menawarkan Batagor, Batagor kuah, Es Cianjur dan aneka jus buah segar. Bersebelahan dengan batagor, ada juga "Mie Ayam Katineung" yang menawarkan menu unggulan Mie Ayam Baso. Dari bundaran Tugu Adipura, melaju ke arah selatan (Sukabumi) bisa menemui dua cabang RM" Sunda Rasa" di Jalan Abdullah Bin Nuh dan Jalan Raya Cianjur-Sukabumi (Pasar Warung Kondang). Menu unggulannya adalah olahan kulit sapi yang dimasak dengan bumbu minimal tapi menghasilkan rasa lezat.
Menu pilihannya adalah paket kulit campur, kikil, lidah, limpa, babat, tulang telinga yang dipadu dengan sambal tomat mentah. Tapi jika yang dicari adalah aneka jajanan pasar, yang lengkap adalah "Toko Shanghai" tepat di persimpangan Jalan Siti Jenab dan Jalan Mangun Sarkoro.
Di toko ini bisa menikmati aneka kue basah seperti Kue Mangkuk, Kue Celorot, Kue Talam Ubi, Kue Talam Suji, Kue Lapis, Bika Ambon Suji, Nagasari, Lemper, dan juga Bacang semacam buras berisi irisan daging sapi berbumbu kecap yang dibungkus daun Hanjuang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!