Transformasi Pendidikan Bangsa

Senin, 25 Nov 2019, 01:00 WIB

OLEH DR HETIFAH SJAIFUDIAN

Hari Guru ( HG ) selalu diperingati sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi guru. Tahun 2019 ini, bertepatan dengan dimulainya roda pemerintahan baru, HG tanggal 25 November mesti dijadikan momentum untuk bersama-sama bangkit menyongsong era pendidikan modern. Guru adalah determinan terbesar bagi keberhasilan pendidikan suatu bangsa.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta/Ones

Dengan guru-guru berkualitas dan bermotivasi tinggi, transfer ilmu serta inspirasi akan dapat berjalan baik, meski banyak keterbatasan. Kita dapat melihat di salah satu film anak Indonesia yang cukup populer, Laskar Pelangi. Tokoh guru yang digambarkan, Bu Mus dapat menginspirasi para siswa untuk terus belajar dan menggapai mimpi, meski bangunan sekolah tidak layak. Sarana pembelajaran pun masih menggunakan kapur tulis dan papan reyot.

Dalam film tersebut juga digambarkan, dalam lomba kesenian dan cerdas cermat, mereka dapat mengalahkan sekolah elite dengan fasilitas dan sumber daya yang jauh lebih baik. Pada akhir tetralogi Laskar Pelangi, Lintang, tokoh utama cerita tersebut, dapat menempuh pendidikan di Sorbonne University, Paris, Prancis, salah satu universitas terbaik dunia. Semua hanya berawal dari sebuah ruang kelas kecil SD Muhammadiyah Gantong, Belitung.

Dari sini dapat dilihat seorang guru Bu Mus dapat menjadi pelita anak-anak, walau kondisi pada saat itu sangat jauh dari ideal. Sebaliknya, dengan infrastruktur dan sarana prasarana sebaik apa pun, jika sumber daya pengajar tidak memiliki kapasitas dan motivasi tinggi dalam

mendidik, semua sia-sia. Tidak ada teknologi, fasilitas, dan infrastruktur secanggih dan semahal apa pun yang dapat menggantikan semangat, kegigihan, serta hubungan batin yang tercipta antara guru dan siswa.

Tentu tidak dapata dinafikan pentingnya pembangunan i n f r a s t r u k t u r pendidikan bersama sarana prasarana penunjangnya. Tahun 2019 ini, Komisi X DPR sedang merancang undang-undang khusus fasilitas sarana prasarana pendidikan. Tujuannya, demi menjamin proses pembangunan infrastruktur berjalan cepat. Kemendikbud juga sedang mengupayakan sensus infrastruktur pendidikan nasional guna memetakan sekolah-sekolah yang perlu diperbaiki perbaikan.

Namun, tentu saja proses tersebut tidak dapat berjalan secara instan. Selama proses tersebut, d i h a rapkan p a r a g u r u d a p a t m e n g optimalkan sumber daya sekarang demi proses belajar mengajar yang efektif. Memang sangat tidak mudah menjadi guru di Republik Indonesia ini.

Di satu sisi, guru dituntut untuk selalu memberi yang terbaik kepada murid-murid. Di sisi lain, mereka tidak diberi sarana prasarana terbaik untuk menjalankan tugas tersebut. Belum lagi tuntutan administrasi yang rumit dan memberatkan. Semua itu masih pula dilengkapi dengan masalah belum sejahtera, terutama guru honorer dan swasta.

Lebih Cepat

Berbagai masalah tersebut menjadi pekerjaan rumah negara. Semoga lima tahun ke depan, transformasi dapat berjalan lebih cepat. Cara-cara lama tidak akan lagi dipakai. Reformasi besar-besaran di seluruh lini penyelenggaraan pendidikan. Guru adalah salah satu pihak yang akan paling besar terdampak. Semoga saja dampaknya positif.

Transformasi manajemen guru harus terjadi dari hulu ke hilir. Ini mulai dari tahap perekrutan harus sudah diseleksi calon-calon guru yang benar-benar memiliki passion sebagai seorang pendidik. Program pendidikan guru harus dibuat terjangkau, dengan konten-konten yang relevan kebutuhan masa kini.

Kesejahteraan dasar guru harus dicapai, terlepas dari statusnya. Tunjangan harus diberikan dengan prinsip keadilan, dimana yang berperforma lebih baik akan mendapat tunjangan yang lebih baik juga. Aturan yang rumit harus disederhanakan. Guru harus diberikan ruang untuk berinovasi sesuai dengan keadaan dan kebu tuhan murid. Mekanisme dan sistem untuk menjalankan target-target tersebut sedang dibangun pemerintah.

Semoga di masa depan, guru tidak perlu dipusingkan lagi dengan masalah-masalah lain agar bisa fokus mengajar para peserta didik. Misalnya, guru tidak lagi dipusingkan dengan masalah administrasi karena sistem sudah berjalan secara otomatis. Mereka tidak perlu memikirkan aturan yang mengungkung dan memberatkan karena ruang-ruang inovasi sudah tercipta. Tidak perlu memikirkan kesejahteraan karena sudah terjamin. Guru harus okus mendidik dan menginspirasi murid.

Terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga pendidik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Peran guru sangat mulia. Para guru benar-benar agen perubahan.

Penulis Wakil Ketua Komisi X DPR, Alumna Flinders University, Adelaide, Australia

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Pertamina Goes to Campus 2026, 116 Tim Mahasiswa Unjuk Gigi di Babak Penentuan Debat Energi

Bukan Erupsi! Kepulan Asap di Gunung Raung Ternyata akibat Kebakaran Lahan.

Polres Bengkalis Tetapkan 2 Tersangka Kasus Kebakaran Lahan di Desa Damai.

The Dudas Minus One Berencana Touring Keliling Asia, Ariel Ungkap Alasannya

Oknum Kades Sukabumi Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Penganiayaan hingga Korban Meninggal.

Usai Kecelakaan, Perjalanan Kembali Normal untuk Jalur KRL ke Tangerang

Badan Geologi Nyatakan Asap di Gunung Raung Disebabkan Kebakaran Lahan Bukan Erupsi

Mentan Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Cukup hingga Setahun.

IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS

Antusias dan Suka-cita Daerah Sambut Alih Status PPPK, Apa Alasannya?

Padang Pariaman Raih Peringkat 1 Sumbar dan 7 Nasional dalam Pengelolaan JDIH.

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

Utang AS Lampaui 40 Triliun Dollar, Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Transjakarta Operasikan Armada Bantuan karena KRL Bogor-Jakarta Kota Alami Gangguan

KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.

Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan

KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Audit BPK di Wilayah Lain Sumatera Selatan.

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.