- Home
-
- Luar Negeri
-
- Utang AS Lampaui 40 Triliu...
Utang AS Lampaui 40 Triliun Dollar, Rekor Tertinggi dalam Sejarah
Kamis, 20 Agu 2026, 10:20 WIBUtang nasional Amerika Serikat mencapai angka 40 triliun dollar pada hari Rabu (19/8), rekor tertinggi baru untuk defisit anggaran yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan surut.
Data terbaru saldo utang Departemen Keuangan menunjukkan angka $40,047 triliun pada Selasa (18/8) sore, tertinggi dalam sejarah AS.
Berita yang dilaporkan oleh Departemen Keuangan AS dalam pembaruan keuangan hariannya, muncul lima bulan setelah laporan utang melampaui $39 triliun pada bulan Maret. Lima bulan sebelumnya, pada bulan Oktober, angka tersebut mencapai $38 triliun. Pemerintah AS terus menumpuk utang dengan cepat, karena pengeluaran melebihi pendapatan lebih dari $2 triliun per tahun.
"Lintasan fiskal kita saat ini jelas tidak berkelanjutan, dan itu adalah skenario terbaik," kata Margaret Spellings, presiden Bipartisan Policy Center, dikutip NPR. "Bahkan dalam skenario yang paling optimistis sekalipun, kita sedang melaju menuju jurang dan menolak untuk memutar kemudi."
Defisit semakin melebar setelah Mahkamah Agung membatalkan banyak tarif yang diberlakukan Presiden Trump, memaksa Departemen Keuangan untuk mengembalikan lebih dari $100 miliar pajak impor yang dikumpulkan secara ilegal.
Pengeluaran Pemerintah Terus Melonjak
Pemerintah berusaha menyalahkan Partai Demokrat atas membengkaknya defisit tersebut.
"Presiden Trump berjanji untuk membersihkan kesalahan pengelolaan fiskal Joe Biden," kata juru bicara Gedung Putih Kush Desai dalam sebuah pernyataan.Â
"Itulah mengapa pemerintahan Trump berfokus pada pengurangan pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan dalam pengeluaran federal sambil mempercepat pertumbuhan ekonomi untuk membuat rasio utang terhadap PDB Amerika kembali bergerak ke arah yang benar," lanjutnya.
Pendapatan pemerintah tumbuh 3% pada tahun fiskal ini â tetapi pengeluaran tumbuh lebih cepat lagi. Dan rasio utang terhadap PDB memburuk sejak Trump kembali ke Gedung Putih.
Pemerintah menghabiskan lebih dari satu triliun dollar per tahun hanya untuk membayar bunga atas utang yang terus meningkat. Bunga kini menjadi pengeluaran terbesar kedua pemerintah, setelah Jaminan Sosial.
Biaya bunga dalam 10 bulan pertama tahun fiskal ini 15% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini mencerminkan tidak hanya meningkatnya utang tetapi juga suku bunga yang lebih tinggi yang kini diminta oleh investor agar tetap dapat meminjamkan uang kepada pemerintah.
Pasar Obligasi Bereaksi
Imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun mencapai level tertinggi dalam 19 tahun terakhir minggu ini. Hal ini meningkatkan biaya pinjaman bagi semua orang, karena suku bunga hipotek dan suku bunga lainnya seringkali mengikuti pergerakan obligasi Treasury jangka panjang.
Menurut Freddie Mac, suku bunga rata-rata untuk hipotek 30 tahun mendekati 6,7% pekan lalu .
"Utang federal sudah meningkatkan biaya hidup dan menghambat pengeluaran serta investasi lainnya, mengancam perekonomian kita dan kemakmuran jangka panjang rakyat Amerika," kata Spellings.
Sejauh ini, Kongres menunjukkan sedikit minat untuk mengatasi masalah tersebut.
"Utang sebesar 40 triliun dollar AS seharusnya menjadi peringatan. Tetapi baik Kongres maupun presiden tidak memiliki rencana yang kredibel untuk menghentikan pertumbuhannya," kata Carolyn Bourdeaux, direktur eksekutif Concord Action, sebuah kelompok yang memperjuangkan tanggung jawab fiskal.Â
"Kita berutang kepada generasi mendatang sesuatu yang lebih baik daripada utang yang menghancurkan ini dan janji kosong lainnya bahwa orang lain akan menanganinya nanti."
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.