Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Eko Yuli Irawan Raih Emas Piala Dunia Angkat Besi di Fuzhou

📅 Senin, 25 Feb 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Eko Yuli Irawan Raih Emas Piala Dunia Angkat Besi di Fuzhou Doc: istimewa

FUSHOU - Atlet angkat besi nasional Eko Yuli Irawan berhasil menyabet medali emas dalam Piala Dunia Angkat Besi yang berlangsung di Fuzhou, China, pada 22-27 Februari.

"Eko berhasil meraih satu emas dan dua medali perak. Sedangkan atlet lain Deni mendapatkan satu medali perak dan dua medali perunggu," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Alamsyah dalam pesan singkat di Jakarta, Sabtu (23/2) malam.

Eko yang turun pada kelas 61 kilogram putra meraih total angkatan 297 kilogram. Angkatan itu terdiri dari angkatan snatch 136 kilogram dan angkatan clean and jerk 161 kilogram.

Pelatih pemusatan latihan nasional PB PABBSI Dirja Wihardja mengatakan hasil yang dicapai Eko Yuli dalam Piala Dunia 2019 di China itu semakin memuluskan langkahnya untuk lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020.

"Hasil itu akan mempertahankan posisi Eko pada peringkat delapan besar dunia. Tapi, Eko masih harus mengikuti lima hingga enam kejuaraan lain kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020," kata Dirja.

Dirja menambahkan peluang Eko akan semakin besar jika dia dapat meraih medali emas dalam Kejuaraan Asia 2019 di Ningbo, China pada 18-28 April. "Piala Dunia 2019 di Fuzhou itu adalah kejuaraan berkategori perak. Sedangkan Kejuaraan Asia di Ningbo adalah kejuaraan dengan kategori emas," ujar Dirja.

Tabel hasil Piala Dunia Angkat Besi 2019 kelas 61 kilogram putra dan 67 kilogram putra di Fuzhou, China, Sabtu.

Atlet nasional Eko Yuli Irawan berhasil meraih medali emas pada kelas 61 kilogram putra dengan total angkatan 297 kilogram. Angkatan itu terdiri dari angkatan snatch 136 kilogram dan angkatan clean and jerk 161 kilogram.

Sedangkan atlet lain Deni meraih medali perunggu dengan total angkatan 305 kilogram. Angkatan Deni itu terdiri dari angkatan snatch 135 kilogram dan angkatan clean and jerk 170 kilogram. (Tim Angkat Besi Indonesia) Pada peringkat kedua perlombaan angkat besi kelas 61 kilogram putra, atlet Vietnam Thach Kim Tuan meraih posisi kedua dengan total angkatan 295 kilogram dan menyabet medali perak. Kemudian medali perunggu diraih atlet asal China Wang Hao dengan total angkatan 286 kilogram.

"Eko harus tetap menempati posisi delapan besar dunia agar lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020," ujar Dirja.

Pada perlombaan kelas 67 kilogram putra, atlet lain Indonesia Deni meraih medali perunggu dengan total angkatan 305 kilogram. Medali emas kelas 67 kilogram putra diraih atlet Korea Utara Pak Jong Ju dengan total angkatan 318 kilogram. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Hiu paus terdampar di Bantul

1 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Hiu paus terdampar di Bantul
Daerah
Edukasi bantuan hidup dasar...
Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Luar Negeri
PBB Terpaksa Kurangi Bantua...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.