Keluarga Gus Dur Dukung Pasangan Jokowi-Ma'ruf
📅 Kamis, 27 Sep 2018, 00:01 WIB | Oleh: Agus Supriyatna
Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
JAKARTA - Keluarga Presiden keempat RI, almarhum Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, menyatakan dukungan politiknya kepada pasangan nomor urut 01, Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Deklarasi dukungan itu dibacakan putri kedua Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid, di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Jalan Kalibata Timur I No 12, Kalibata, Jakarta Selatan.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 01. Bismillah, Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia," ujar Yenny, Rabu (26/9).
Yenny mengungkapkan proses pemilihan calon presiden yang didukungnya ini melalui pemikiran rasional dan proses spiritual. Secara rasional, dia dan para kader Gus Dur melihat serta mengkaji visi-misi yang dibawa masingmasing calon presiden.
Sedangkan secara spiritual, kata dia, dukungan itu berdasarkan hasil istikharah sembilan kiai serta ulama, salah satunya murid dari ulama ternama Suriah, Sheikh Wahbah Zuhaili.
Yenny mengaku telah diberikan mandat untuk mendeklarasikan sikap politik itu. "Jadi, sikap politik memang sudah diamanatkan pada saya untuk saya dideklarasikan," kata Yenny.
Selain keluarga Gus Dur, sebanyak sembilan organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur juga menyatakan dukungan pada pasangan Jokowi Widodo- Ma'ruf Amin.
Ibu Bangsa
Kendati demikian, dia menegaskan bahwa ibunya, Sinta Nuriyah Wahid, akan bersikap netral pada Pilpres 2019. Ibu Sinta tidak akan berpihak pada salah satu pasangan caprescawapres yang berkontestasi di Pilpres 2019.
Sinta akan tetap berperan sebagai Ibu Bangsa yang bertugas mengayomi semua dan menegur siapa pun yang kelewat batas dalam arena politik Pilpres 2019.
"Ibu saya sendiri tidak akan ikut-ikutan dalam pilpres karena beliau adalah Ibu Bangsa. Beliau punya tugas lebih besar daripada pilpres. Beliau tugasnya menjewer kalau ada yang bandel," ujar Yenny.
Yenny memaparkan beberapa hal yang menjadi dasar sikapnya tersebut. Menurut Yenny, saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Gus Dur.
Pemimpin yang dapat memahami bahwa seluruh warga negara harus dipenuhi hak dasar dan kebutuhannya tanpa membedabedakan. "Pemimpin yang sederhana cara berpikirnya, bahwa bangsa ini harus dipenuhi hak dan kebutuhan dasarnya untuk hidup sejahtera," ujar Yenny.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!