Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Plester Modern Pembakar Lemak dalam Tubuh

5 Kamis, 20 Sep 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Apa yang ingin kami kembangkan adalah "plester" tanpa rasa sakit yang dapat digunakan setiap orang dengan mudah, tidak mengganggu dan terjangkau," kata Prof Chen, pakar bioteknologi yang selama ini meneliti masalah obesitas.

"Yang terpenting, solusi kami bertujuan untuk menggunakan lemak tubuh seseorang untuk membakar lebih banyak energi, yang merupakan proses alami pada bayi," tambah Chen.

Di bawah bimbingan dua ilmuwan di Sekolah Teknik Kimia dan Biomedis NTU, rekan peneliti Dr Aung Than melakukan eksperimen yang menunjukkan bahwa patch tersebut dapat menekan penambahan berat badan pada tikus yang diberi makan makanan tinggi lemak dan mampu mengurangi massa lemak mereka hingga lebih dari 30 persen.

Pengujian ini dilakukan selama empat minggu. Tikus yang diobati juga memiliki kadar kolesterol darah dan asam lemak yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tikus yang tidak diobati.

Ini mampu mengantarkan obat langsung ke tempat "tindakan" adalah alasan utama mengapa efek samping pengunaan patch ini lebih kecil daripada obat oral yang dikonsumsi langsung.

Tim memperkirakan bahwa biaya untuk prototipe patch mereka sekitar 5 dolar Singapura, yang mengandung agonis reseptor adrenergik beta-3 yang dikombinasikan dengan asam Hyaluronic, zat yang secara alami ditemukan di tubuh manusia dan umum digunakan pada produk kulit sebagai pelembab.

Agonis reseptor adrenergik beta-3 adalah obat yang disetujui oleh Federal Drug Administration of United States dan digunakan untuk mengobati kandung kemih yang terlalu aktif, sedangkan triiodothyronine T3 adalah hormon tiroid yang biasa digunakan untuk pengobatan kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Keduanya telah ditunjukkan dalam penelitian lain mampu mengubah lemak putih menjadi cokelat, namun penggunaannya dalam mengurangi penambahan berat badan terhambat oleh efek samping dan akumulasi obat yang berpotensi serius pada jaringan yang tidak ditargetkan jika digunakan pada rute pengiriman obat konvensional, seperti melalui asupan oral

Profesor Melvin Leow dari NTU, yang tidak berafiliasi dengan penelitian ini, mengatakan bahwa menarik untuk dapat mengatasi obesitas melalui kecoklatan lemak putih, dan hasilnya menjanjikan.

"Data ini harus didorong ke studi Klinis Tahap I pada manusia dengan harapan patch microneedle ini dapat dikembangkan menjadi modalitas efektifitas yang tetap untuk pencegahan atau pengobatan obesitas dalam waktu dekat, " tambah Assoc Prof Leow yang juga seorang endokrinologi.

Sejak diterbitkannya makalah tersebut, tim riset ini telah menerima banyak tawaran dari perusahaan bioteknologi dan mencari rekan ilmuwan dokter untuk melanjutkan penelitian mereka. nik/berbagai sumber/E-6

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Luar Negeri
Polusi Udara di New Delhi K...

Menlu Tailan akan Kunjungi Myanmar

52 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Menlu Tailan akan Kunjungi ...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.