Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

-

Sudirman Haseng

📅 Sabtu, 07 Apr 2018, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ada buku yang mengatakan sebenarnya inspirasi dari Angkor Wat itu dari Borobudur. Jadi, pada abad 15-16 ada salah satu raja pernah tinggal di Yogyakarta (di sekitar Borobudur) selama dua tahun, lalu pulang dan meletakkan batu pertama pembangunan Angkor Wat. Maka perlu itu kita pelajari.

Yang tidak kalah pentingnya, ekonomi Kamboja dari segi pertumbuhan lebih tinggi dari beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia, yaitu dalam kurun waktu 20 tahun terakhir rata-rata 7-10 persen. Berarti ada sesuatu yang harus kita pelajari. Pentingnya kemitraan, pentingnya hubungan antarmasyarakat di situ.

Lantas, target kerja sama di bidang kebudayaan apa?

Untuk target kerja sama di bidang kebudayaan, mengembangkan lebih lanjut kerja sama antara Angkor Wat dan Borobudur agar jumlah pengunjung mancanegara ke Borobudur bisa menyamai Angkor Wat. Maka perlu suatu strategi agar pengunjung mancanegara yang ke Angkor Wat juga pergi ke Borobudur, atau masyarakat Kamboja yang berkiblat ke Angkor Wat, bisa kita tarik agar kiblat keduanya ke Borobudur. Oleh karena itu, harus ada konektivitas langsung, misalnya ada pesawat langsung. Kemudian, ada forum langsung yang mempertemukan. Memang kita sudah ada, namanya joint billateral commission antara Indonesia dan Kamboja, yang dalam 7-8 tahun ini kita tidak aktif. Kali ini kita ingin aktif kembali untuk mengoptimalkan kerja sama itu punya arti dan konkret.

Kerja sama di bidang pendidikan seperti apa?

Tahun depan, hubungan Indonesia dan Kamboja akan memasuki tahun ke-60. Tahun ini kita akan menjadikan sebagai landasan dasar menuju ke tahap yang lebih tinggi hubungannya. Yang tidak kalah pentingnya adalah membuka kesempatan kepada pelajar-pelajar Kamboja untuk belajar di Indonesia. Sebab, peraturan, regulasi bagi orang asing untuk belajar ke Indonesia sudah terbuka. Kamboja mempunyai potensi agar belajar ke Indonesia, baik ke swasta maupun negeri. Pada saat yang sama selain pelajar Kamboja datang belajar secara mandiri, Indonesia juga mempunyai kemampuan untuk menawarkan beasiswa. Salah satunya beasiswa pendidikan vokasi baik dari pemerintah maupun swasta. Pada saat yang sama perusahaanperusahaan besar di Indonesia bisa memberikan pendidikan vokasi kepada pelajar-pelajar Kamboja dalam meningkatkan keterampilannya secara langsung.

Lantas, dampak positifnya buat negara apa?

Efeknya bukan hanya pada perusahaan itu sendiri, tapi ketika pelajar tersebut pulang ke Kamboja, mereka bisa menjadi corong, agen perantara untuk mempromosikan Indonesia. Kebetulan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ada program mengundang berbagai pemuda atau kelompok masyarakat untuk belajar dalam jangka pendek termasuk budaya.

Apa yang dikagumi pemerintah dan masyarakat Kamboja terkait dengan Indonesia?

Yang mereka kagumi adalah keberagaman kita. Sebab, suku, agama, dan lain sebagainya dari mereka terbatas. Yang mereka kagumi keberagaman kita, budaya, agama, suku, bahasa, pulau, dan sebagainya, kemudian dibingkai oleh Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kemudian, di tengah keberagaman yang dimiliki Indonesia, kita juga memiliki toleransi. Pemerintah dan masyarakat Kamboja juga mengagumi keindahan alam Indonesia. Mereka alamnya terbatas. Memang ada gunungnya, bukitnya, dan lain sebagainya, tapi terbatas tingginya, lautnya juga terbatas, sedangkan kita memiliki itu semua. Pemerintah dan masyarakat Kamboja melihat, kerja sama yang ditawarkan Indonesia ke Kamboja itu sifatnya tulus. Mereka tidak melihat "udang di balik batu" dari tawaran-tawaran kerja sama yang diberikan Indonesia kepada Kamboja.

Salah satunya, Indonesia mempunyai sumbangan terbesar dalam mendamaikan Kamboja ketika perang saudara yang berkepanjangan. Di Jakarta sempat diadakan Jakarta Informal Meeting sebanyak tiga kali kemudian menemukan kesepakatan. Kemudian Indonesia juga menengahi sengketa antara Kamboja dan Thailand. Hal-hal tersebut masih diingat oleh pemerintah dan masyarakat Kamboja. Mereka selalu menganggap bahwa apa yang kita lakukan untuk Kamboja itu tulus.

Untuk bidang wisata, berapa yang Anda targetkan untuk wisatawan Kamboja datang ke Indonesia?

Sekarang ini pengunjung/ wisatawan Kamboja ke Indonesia baru sekitar 6.000 per tahun. Sebaliknya, dalam kurun waktu satu tahun, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Kamboja sekitar 45.000. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan jumlah wisatawan Kamboja agar datang ke Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Fasilitas desalinasi untuk warga pesisir

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Fasilitas desalinasi untuk ...

Festival UFO Indonesia

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival UFO Indonesia

Pembangunan kanopi di Stasiun Bogor

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pembangunan kanopi di Stasi...
Ekonomi
Realisasi penggunaan BBM be...
Luar Negeri
Asean Berupaya Kurangi Damp...
Daerah
Karhutla Kalimantan Barat t...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.