Pacu Pembangunan Desa untuk Mengerem Urbanisasi
📅 Rabu, 20 Des 2017, 00:01 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan urbanisasi bisa memberikan banyak dampak positif bagi perekonomian. Namun, tanpa perencanaan yang matang, perpindahan penduduk dari desa ke kota itu bisa menimbulkan ketimpangan.
Menkeu memaparkan urbanisasi identik dengan usaha masyarakat mencari kesempatan untuk lebih produktif. Status ekonomi masyarakat yang berpindah biasanya berubah dari kelas bawah menjadi menengah.
Itu sebabnya, urbanisasi sering dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, dia mengingatkan urbanisasi harus dirancang dengan baik agar inklusif. Artinya, kesempatan untuk lebih produktif bisa dirasakan semua orang di kota.
"Kalau tidak, nantinya eksklusif atau hanya untuk orang kaya," kata Sri Mulyani, Selasa. Selain inklusif, lanjut dia, urbanisasi juga harus efisien dan berkelanjutan. Pemerintah harus mengoptimalkan sumber daya yang produktif yaitu manusia, tanah, dan modal.
Sri Mulyani merujuk kepada Tiongkok yang berhasil melakukan urbanisasi dengan ketiga kategori tersebut sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian. Berdasarkan analisa Bank Dunia, setiap satu persen kenaikan populasi kota, produk domestik bruto (PDB) per kapita Tiongkok tumbuh 10 persen.
Di India, pertumbuhannya bisa mencapai 13 persen dan di Thailand tumbuh 7 persen. Sementara itu, PDB per kapita di Indonesia hanya tumbuh empat persen untuk setiap kenaikan satu persen populasi di kota. YK/SB/Ant/WP
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!