RI Harus Kurangi Kebergantungan Pada Sumber Daya Alam | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2021
No Comments

RI Harus Kurangi Kebergantungan Pada Sumber Daya Alam

RI Harus Kurangi Kebergantungan Pada Sumber Daya Alam

Foto : Istimewa
Angkutan Batubara melalui sungai
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA- Agar terlepas dari middle income trap, atau perangkap pendapatan menengah, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam (SDA) dalam menjalankan perekonomian, demikian menurut pejabat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia.

Valerie Julliand, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, dalam wawancara dengan Antara di Jakarta, Jumat (6/11), mengatakan bahwa Indonesia mempunyai sumber daya yang kaya, baik alam maupun manusia, namun SDA yang melimpah membuat negara ini lebih banyak mengandalkan aspek itu.

"Untuk menghindari perangkap pendapatan menengah, atau saya sebut saja perangkap pembangunan,  kita harus beralih dari perekonomian yang sangat tergantung pada sumber daya alam menuju perekonomian yang berdasarkan pada inovasi dengan produktivitas tinggi," ujar Julliand.

Menurut dia, dengan perekonomian berbasis inovasi tersebut, Indonesia tidak perlu lagi melakukan kapitalisasi yang tinggi pada SDA, melainkan berinvestasi pada sumber daya manusia (SDM), misalnya melalui pendidikan yang menumbuhkan kreativitas pada anak muda.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2019 tercatat jumlah pemuda Indonesia, yakni warga laki-laki dan perempuan yang berusia 16-30 tahun, sebanyak 64,19 juta jiwa atau mencakup 25 persen dari total keseluruhan penduduk negara ini.

"Jika kita melakukan kapitalisasi pada para pemuda yang merupakan pemimpin masa depan, dengan mengedukasi dan melatih mereka dengan baik, maka itu akan menjadi solusi atas perangkap pendapatan menengah," kata Julliand.

"Dengan para pemuda yang berpendidikan dan terlatih, kita akan mampu mengembangkan perekonomian yang berbeda, yakni perekonomian yang tidak merusak lingkungan, yang tidak mengeksploitasi manusia, juga yang merespons kebutuhan masyarakat," kata dia menambahkan.

Pada Juli 2020, Bank Dunia mengumumkan kenaikan status ekonomi Indonesia, dari sebelumnya lower-middle income (berpendapatan menengah bawah) menjadi upper-middle income (berpendapatan menengah atas) atas peningkatan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita 2019 di angka 4.050 dolar AS.

Presiden Joko Widodo, dalam pidato di hadapan Forum Rektor Indonesia pada 4 Juli 2020, telah menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk keluar dari perangkap pendapatan menengah dan menjadi negara berpendapatan tinggi, dengan berjanji meningkatkan kualitas SDM melalui upaya terobosan baru.

"Kita harus berubah, cari cara baru, mengembangkan strategi baru, yang smart shortcut (lewat jalan pintas yang cerdas), yang out of the box (di luar kebiasaan)," kata Presiden kala itu.bud/E-9 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment