Mengenal Doni Monardo, Mantan Danjen Kopassus yang 'Sentil' Keras Habib Rizieq | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 28 2021
No Comments

Mengenal Doni Monardo, Mantan Danjen Kopassus yang 'Sentil' Keras Habib Rizieq

Mengenal Doni Monardo, Mantan Danjen Kopassus yang 'Sentil' Keras Habib Rizieq

Foto : Istimewa.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Badannya tinggi besar. Gagah. Atletis. Idaman para wanita. Pencinta alam. Punya dedikasi besar merawat lingkungan. Ia juga punya kharisma. Wibawa. Tegas. Tegap. Karirnya pun mentereng. Bekerja di institusi prestisius. Punya jabatan yang tak kalah bergengsi.

Tapi ia bukanlah bos perusahaan. Bukan pula manajer korporasi multinasional. Bukan pula eksekutif grup bisnis papan atas. Ia pembela NKRI garda depan. Baginya, NKRI harga mati. Penjaga Pancasila dan UUD 1945. Pemegang teguh Sapta Marga. Seorang prajuritkah?

Ya, dia seorang prajurit sejati. Namanya Doni Monardo.  Doni bukanlah prajurit biasa. Ia prajurit khusus. Prajurit komando. Datang dari kesatuan elit paling elit di TNI AD : Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Hari ini, Doni Monardo sedang jadi pusat pemberitaan, setelah dia menyentil keras sikap Habib Rizieq Shihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang menolak upaya contact tracing Covid-19 yang dilakukan Satgas Penanggulangan Covid-19. Doni, jenderal bintang tiga baret merah ini memang tengah dipercaya Presiden Jokowi untuk jadi 'panglima perang' melawan Covid-19. Doni, adalah Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19. 

Dilihat dari jejak karirnya di militer, Doni memang dibesarkan di kesatuan baret merah. Bahkan, di Kopassus, ia pernah jabatan penting. Pernah jadi Wakil Danjen Kopassus. Dan pada 2014, Doni menjadi Danjen Kopassus, atau orang nomor satu di Kopassus. Jejaknya sama dengan Prabowo Subianto yang pernah memangku jabatan yang sama.

Posisi strategis lainnya yang pernah dipegangnya adalah sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada 2011, saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi Presiden. Selepas jadi Danjen Kopassus, Doni sempat menjadi Pangdam Pattimura, Maluku. Lantas dipromosikan menjadi Pangdam Siliwangi di Jawa Barat.

Kemudian oleh Presiden Jokowi, Doni ditarik menjadi Sekretaris Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas). Pangkatnya pun naik dari Mayor Jenderal menjadi Letnan Jenderal (Letjen). Bahkan ketika itu mencuat isu Doni disebut-sebut  sebagai calon KSAD. Tidak lama di Wantanas, Doni kembali diberi mandat baru oleh Jokowi, sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dan, di masa pandemi ini, sang jenderal baret merah dipercaya untuk mengomandani Satgas Penanggulangan Covid-19. 

Sebagai seorang tentara, Doni bukan hanya jago perang. Tapi ia juga dikenal sebagai jenderal pencinta lingkungan. Saat jadi Danjen Kopassus, ia menginisiasi program bersih kali Ciliwung. Pun ketika jadi Pangdam Pattimura, Doni rajin mengkampanyekan program penghijauan. 

Begitu juga ketika didapuk jadi Pangdam Siliwangi. Jebolan Akademi Militer 1985 ini menggagas program Citarum Harum. Sebuah program revitalisasi sungai Citarum, yang merupakan sungai terkotor di dunia. ags/N-3

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment