Alexei Navalny Janji Akan Kembali ke Russia | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 27 2021
No Comments
Tokoh Oposisi

Alexei Navalny Janji Akan Kembali ke Russia

Alexei Navalny Janji Akan Kembali ke Russia

Foto : AFP/Instagram account @navalny
Alexei Navalny
A   A   A   Pengaturan Font

MOSKWA - Pemimpin oposisi Russia, Alexei Navalny, pada Rabu (13/1) menyatakan bahwa dirinya akan kembali ke Russia pada Minggu (17/1) walau ancaman penjara telah menanti di negara asalnya. Saat ini Navalny masih ada di Jerman karena masih dalam masa pemulihan pasca serangan racun.

“Saya telah melakukan reservasi penerbangan dan akan tiba di Moskwa pada 17 Januari,” posting Navalny, 44 tahun, di akun Instagram. “Tak perlu jawaban apakah saya akan kembali atau tidak karena pada dasarnya saya tak pernah meninggalkan Russia. Saya berada di Jerman karena satu alasan yaitu karena mereka mencoba membunuh saya,” imbuh aktivis antikorupsi Russia itu.

Navalny berada di Jerman sejak akhir Agustus lalu setelah ia tiba-tiba menderita sakit dalam penerbangan dari Siberia ke Moskwa dan sempat dilarikan ke rumah sakit di Kota Omsk. Ia kemudian diterbangkan ke Berlin dalam keadaan koma yang disengaja untuk mengurangi penyebaran efek racun pada tubuhnya.

Pakar dari Barat menyimpulkan bahwa Navalny telah diracun dengan racun saraf Novichok. Racun ini pernah dipergunakan dalam upaya pembunuhan terhadap mantan mata-mata Sergei Skripal di Kota Salisbury, Inggris, pada 2018 lalu.

Navalny menyatakan bahwa ia diracun oleh agen rahasia Russia, Federal Security Service (FSB), atas perintah Presiden Vladimir Putin. “Saya selamat (dari upaya peracunan). Dan kini Putin, yang memerintahkan pembunuhan terhadap saya, mengatakan pada anak buahnya agar melakukan apapun agar saya tak kembali (ke Russia),” ucap Navalny.

Kremlin membantah keterlibatan atas upaya peracunan Navalny dan Uni Eropa (UE) telah menjatuhkan larangan masuk dan pembekuan rekening bank milik sejumlah pejabat Russia termasuk ketua FSB.

Russia sendiri telah membalas tindakan Russia dengan mengeluarkan sanksi terhadap sejumlah pejabat UE dan aksi saling balas ini semakin meningkatkan ketegangan hubungan antara Negeri Beruang Putih dengan negara-negara tetangga Barat.

Saat berbicara dalam konferensi pers bulan lalu, Putin mengatakan bahwa jika dinas rahasia Russia ingin meracuni Navalny, maka misi itu akan dilaksanakan hingga tuntas.

 

Ancaman Penjara

Sementara itu sekutu Navalny yang bernama Georgy Alburov dalam cuitannya di media sosial mengatakan bahwa saat Navalny kembali ke Russia pada Minggu malam, maka akan ada sambutan besar-besaran di Bandara Vnukovo, Moskwa.

Navalny dan sekutunya itu menuding Kremlin telah berupaya menghalangi kepulangan tokoh oposisi itu ke Russia dengan mengeluarkan ancaman penjara.

Pada Senin (11/1) lalu, sejumlah berkas telah diajukan ke pengadilan di Moskwa yang meminta agar putusan penjara terhadap Navalny pada 2014 yang ditunda agar segera diterapkan.

“Ada banyak upaya untuk mencegah agar Navalny tak kembali ke Russia,” kata juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, lewat media sosial Twitter pada Selasa (12/1) lalu.

Otoritas lembaga pemasyarakatan Russia saat ini pun menuding Navalny telah melanggar masa percobaan hukuman karena telah berada di luar negeri setelah ia dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit di Berlin pada September lalu.

Pada Desember, penyidik Russia juga melakukan investigasi atas dugaan penggelapan uang donasi sebesar lebih dari 4 juta dollar AS oleh Navalny yang ditujukan bagi organisasinya untuk kepentingan pribadi.

Namun otoritas di Russia tak melakukan penyidikan atas upaya peracunan terhadap Navalny dengan alasan kasus itu kurang bukti. Padahal pada akhir tahun lalu, Navalny sempat mempublikasikan rekaman video soal hubungan teleponnya dengan agen FSB yang mengakui bahwa ia telah berupaya meracuni Navalny. AFP/I-1

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment