Yusril: Festival Sastra Gunung Bintan Jadi Wadah Diplomasi Budaya Nusantara
📅 Rabu, 29 Okt 2025, 04:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Tanjungpinang - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra membuka Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2025 di Tanjungpinang, Selasa (28/10) malam, yang disebutnya sebagai diplomasi budaya untuk memperkuat citra Indonesia dan melestarikan khazanah Melayu.
Menurut Yusril, FSIGB bukan sekadar panggung baca puisi atau bedah buku, melainkan juga ruang refleksi kemanusiaan yang menegaskan peran penting sastra dalam membangun peradaban yang adil dan berkeadilan.
Sastra, katanya, adalah manifestasi tertinggi kebebasan berekspresi dan tempat bagi nurani manusia berbicara tanpa batas.
“Bahkan penderitaan manusia bisa diungkapkan lewat kata-kata puisi. Sastra mampu memanusiakan manusia dan sejalan dengan upaya memperkuat budaya sadar hukum serta HAM di masyarakat,” ujarnya.
Yusril menambahkan, kehadiran sastrawan dari berbagai negara memperlihatkan bahwa Kepulauan Riau dan Indonesia adalah bagian dari komunitas sastra global yang saling terhubung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia optimistis kegiatan ini akan memperkuat citra pariwisata dan memperluas pengenalan budaya Indonesia di dunia.
Ia juga menegaskan peran Kepulauan Riau sebagai pusat perkembangan sastra Melayu yang telah melahirkan banyak pujangga dan karya klasik bernilai tinggi.
“Kita adalah generasi penerus yang akan melanjutkan tradisi sastra itu ke masa depan,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua Panitia FSIGB Rida K Liamsi mengatakan festival yang pertama kali digelar pada 2018 ini menjadi agenda tahunan untuk memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara, dengan peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Rida menuturkan, nama Gunung Bintan dipilih sebagai ikon festival karena perannya dalam sejarah sastra Melayu, tempat lahirnya tokoh besar seperti Raja Ali Haji, Engku Muda Raja Ibrahim, dan Sutardji Calzoum Bachri.
Dengan semangat takkan Melayu hilang di bumi, FSIGB diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan kebanggaan terhadap khazanah Melayu.
Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2025 berlangsung pada 28–31 Oktober dengan rangkaian kegiatan seperti panggung baca puisi, seminar kesusastraan, dan bedah buku.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!