Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada! Dokter Ungkap Gejala Demam Reumatik yang Bisa Rusak Jantung Anak

📅 Senin, 10 Nov 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Waspada! Dokter Ungkap Gejala Demam Reumatik yang Bisa Rusak Jantung Anak Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Haji Medan dr. Rizky Adriansyah (kanan) menyampaikan paparan mengenai demam reumatik dalam acara diskusi yang digelar oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Jakarta Pusat pada Senin (10/11).

JAKARTA - Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, dr. Rizky Adriansyah, mengingatkan orang tua untuk mewaspadai demam reumatik yang dapat muncul beberapa minggu setelah radang tenggorok karena infeksi bakteri Streptococcus Grup A. 

Kondisi ini ditandai demam tinggi yang tak kunjung turun dan dapat berujung pada gangguan jantung bila tidak ditangani segera.

"Jadi, infeksinya awalnya di tenggorok oleh kuman Streptococcus Grup A. Kemudian ada yang akhirnya diingat oleh daya tahan tubuh kita, itu adalah penyebab dari terjadinya radang infeksi," katanya dalam acara diskusi di Jakarta Pusat, Senin.

"Jadi awalnya infeksi tenggorok kemudian muncul yang namanya demam reumatik," kata dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu.

Menurut dia, demam reumatik umumnya ditandai dengan demam tinggi yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari 48 jam atau dua hari dan biasanya tidak dapat diatasi dengan obat demam biasa.

Apabila anak mengalami gejala demam yang demikian, dokter menyarankan orang tua segera membawa anak ke dokter.

"Jangan dibiarkan. Orang tua harus membawa anaknya ke dokter. Dokter nanti yang menentukan (penyebabnya) ini virus, ini bakteri," kata dokter Rizky.

Ia mengatakan bahwa penderita demam reumatik dapat mengalami gejala yang lain, termasuk di antaranya bengkak sendi.

Apabila mendapati gejala tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pengecekan jantung dan darah.

Selain bengkak sendi, ruam merah melingkar, rasa gelisah seperti menari, serta keluhan sesak nafas, jantung berdebar, dan mudah lelah dapat terjadi pada anak yang mengalami demam reumatik.

Serangan demam reumatik yang berat atau berulang dapat menyebabkan kerusakan katup jantung, yang disebut penyakit jantung reumatik. Penyakit ini dapat menyebabkan gagal jantung dan stroke.

"Kalau sudah penyakit jantung rematik, biasanya dokter akan periksa jantungnya lebih detail lagi. Ada suara jantung yang tidak normal seperti bocor, artinya ada kebocoran di jantung," kata dokter Rizky.

Ia menyampaikan bahwa demam reumatik dapat dicegah dengan segera mengobati infeksi dan radang tenggorokan, tidak berbagi alat makan dengan orang lain, rutin sikat gigi, menutup mulut saat bersin, membiasakan mencuci tangan, mengurangi kepadatan kamar tidur, dan memperbaiki ventilasi di rumah maupun sekolah.

"Kalau ada anak mengalami infeksi tenggorok itu harus segera diobati, jangan dibiarkan. Kemudian jaga kebersihan alat makan dan sanitasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

39 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.