Wajib Tahu! Ini 5 Pemicu Depresi Pada Orang Tua yang Sering Diabaikan Keluarga
📅 Jumat, 25 Jul 2025, 07:20 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Freepik
JAKARTA - Depresi bukan hanya masalah anak muda atau mereka yang berada di usia produktif. Faktanya, orang tua di atas usia 60 tahun juga sangat rentan mengalami gangguan mental ini.
Sayangnya, banyak yang masih memandang depresi sebagai hal sepele atau bahkan tak mengenali gejalanya pada lansia.
Tak seperti depresi pada usia muda yang sering ditandai dengan rasa sedih berkepanjangan, pada orang tua gejalanya bisa jauh lebih tersembunyi. Mereka mungkin tampak biasa saja, namun diam-diam sering merasa hampa, mudah tersinggung, sulit tidur, hingga mengalami penurunan nafsu makan dan energi.
Bahkan, depresi bisa membuat mereka kehilangan minat terhadap hobi atau aktivitas yang dulu mereka sukai.
Berikut ini lima pemicu utama depresi pada lansia yang sering luput dari perhatian keluarga!
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Masalah Kesehatan yang Tak Kunjung Sembuh
Seiring bertambahnya usia, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Kondisi fisik yang lemah, nyeri kronis, atau penyakit degeneratif seperti stroke, jantung, hingga radang sendi, bisa membuat orang tua merasa tak berdaya dan kehilangan harapan. Ketergantungan pada orang lain pun bisa menimbulkan rasa frustrasi berkepanjangan.
2. Kesepian yang Membunuh Secara Perlahan
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak lansia harus menjalani hari-hari dalam kesendirian, ditinggal anak-anak yang sibuk bekerja atau tinggal berjauhan. Kondisi ini membuat mereka merasa terisolasi dari dunia, yang pada akhirnya membuka pintu lebar-lebar bagi depresi masuk tanpa disadari.
3. Pensiun: Antara Bebas dan Hampa
Sekilas, masa pensiun terlihat menyenangkan. Namun di balik itu, banyak yang mengalami krisis identitas, kehilangan rutinitas, hingga tekanan finansial. Perubahan drastis dari kehidupan aktif ke pasif bisa memicu stres berat dan menurunkan harga diri.
4. Ketakutan yang Tak Pernah Diceritakan
Lansia sering kali menyimpan sendiri rasa takut mereka, entah soal penyakit, kematian, keterbatasan fisik, atau ketidakmampuan ekonomi. Ketakutan ini, jika terus dipendam, bisa menjadi racun mental yang menggerogoti perlahan.
5. Kehilangan Orang Tersayang
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!