Vitamin D Selama Kehamilan Tingkatkan Kepadatan Tulang Anak
📅 Sabtu, 16 Nov 2024, 14:05 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Istimewa
Dalam sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, tim ilmuwan dari Inggris menyelidiki efek suplementasi vitamin D selama kehamilan terhadap kepadatan tulang anak-anak berusia 6 hingga 7 tahun.
Penelitian terbaru di The American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan efek vitamin D selama kehamilan terhadap kepadatan tulang anak-anak berusia 6-7 tahun.
Dilansir dari News Medical, penelitian ini bertujuan untuk memahami apakah asupan vitamin D oleh ibu hamil dapat secara positif memengaruhi kesehatan tulang anak dan mendapatkan wawasan tentang strategi kesehatan masyarakat yang potensial untuk meningkatkan perkembangan tulang jangka panjang.
Vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang dan memainkan peran kunci dalam keseimbangan kalsium dan pertumbuhan tulang. Terutama selama masa janin dan awal pascakelahiran, kadar vitamin D telah dikaitkan dengan perkembangan tulang, yang menunjukkan bahwa status vitamin D ibu dapat memengaruhi kepadatan tulang bayi di masa depan dan kekuatan tulang secara keseluruhan.
Studi observasional telah menemukan bahwa kadar vitamin D ibu yang lebih tinggi selama kehamilan berhubungan dengan kepadatan mineral tulang (BMD) dan kandungan mineral tulang (BMC) yang lebih tinggi pada anak-anak di berbagai usia, termasuk saat lahir dan pada masa kanak-kanak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, temuan tersebut tidak konsisten mengenai durasi manfaat dan dosis suplementasi, dan apakah manfaat ini bertahan atau berkurang selama masa kanak-kanak memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penelitian ini, para peneliti melakukan analisis posthoc eksploratif terhadap Maternal Vitamin D Osteoporosis Study (uji coba MAVIDOS) untuk memeriksa apakah suplementasi vitamin D selama masa kehamilan terus memberikan efek positif terhadap BMD anak pada usia 6 hingga 7 tahun.
Percobaan MAVIDOS adalah studi acak, tersamar ganda, terkontrol yang mengevaluasi efek suplementasi vitamin D selama kehamilan terhadap kepadatan tulang anak pada usia 4 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Partisipan hamil, yang diskrining di tiga rumah sakit di Inggris dan dalam usia kehamilan 14 minggu, direkrut jika mereka berusia di atas 18 tahun, mengandung janin tunggal, dan memiliki kadar vitamin D dalam darah antara 25 dan 100 nanomol per liter.
Dalam uji coba tersebut, para peserta secara acak ditugaskan untuk menerima 1.000 unit internasional (IU) cholecalciferol (vitamin D3) atau plasebo dari usia kehamilan sekitar 14 minggu hingga melahirkan. Para peserta tidak mengetahui kelompok mana yang ditugaskan pada mereka, tetapi semua peserta diberikan perawatan antenatal standar. Setelah lahir, catatan rinci tentang usia kehamilan, berat badan lahir, dan durasi menyusui dikumpulkan, dan tindak lanjut dilakukan pada usia 4 dan 6 hingga 7 tahun.
Selain itu, berat badan, tinggi badan, dan tingkat aktivitas fisik anak-anak dinilai pada setiap tindak lanjut, dan pemindaian absorptiometri sinar-X dual-energi dilakukan untuk mengukur area tulang, kepadatan mineral tulang yang tampak (BMAD), BMD, dan BMC untuk tulang belakang lumbal dan seluruh tubuh.
Pemindaian ini memungkinkan para peneliti untuk mendapatkan metrik tulang yang terperinci sambil mengoreksi variabel seperti usia anak, tinggi badan, dan berat badan.
Analisis statistik terdiri dari regresi linier untuk membandingkan hasil kepadatan tulang antara kelompok vitamin D dan plasebo sambil menyesuaikan dengan pembaur potensial seperti durasi menyusui, penggunaan vitamin D tambahan, dan aktivitas fisik. Para peneliti juga menilai apakah efeknya bervariasi berdasarkan jenis kelamin anak.
Studi ini menemukan bahwa suplementasi vitamin D ibu menyebabkan BMD dan BMAS yang lebih tinggi pada anak-anak di usia 6 hingga 7 tahun dibandingkan dengan suplementasi dengan plasebo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!