Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Virus Zika Dapat Menghancurkan Sel Kanker Otak

📅 Selasa, 02 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Virus Zika Dapat Menghancurkan Sel Kanker Otak Doc: Duke-NUS

Virus Zika yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti menjadi penyebab penyakit menular demam berdarah dan chikungunya. Virus yang sudah direkayasa dapat dimanfaatkan untuk melawan sel penyakit kanker otak glioblastoma multiforme yang agresif.

Ilmuwandi Duke-NUS Medical School(Duke-NUS) telah berinovasi dalam terapi kanker menggunakan virus Zika untuk membunuh sel kanker otak secara selektif dan menyisakan sel-sel sehat. Hal ini memberi pilihan pengobatan yang penuh harapan bagi pasien glioblastoma multiforme.

Pendekatan ini memanfaatkan jenis virus Zika, yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, jenis nyamuk yang juga menularkan demam berdarah dan chikungunya. Nyamuk ini menyebarkan virus Zika dengan cara menghisap virus dari orang yang terinfeksi, kemudian menularkannya ke orang yang sehat.

Virus Zika menargetkan sel-sel tumor secara efektif sambil menyelamatkan sel-sel sehat. Cara ini berpotensi menawarkan jalan baru dalam pengobatan jenis tumor otak agresif dengan pilihan pengobatan yang saat ini terbatas.

Pengobatan tersebut berdasarkan temuan para ilmuwan yang menemukan bahwa jenis vaksin virus Zika mampu membasmi sel-sel tumor otak dan hanya menyisakan sel-sel yang sehat. Para ilmuwan dari Duke-NUS Medical School (Duke-NUS) telah mengembangkan pendekatan baru dengan menggunakan virus Zika untuk menghancurkan sel kanker otak dan menghambat pertumbuhan tumor, sekaligus menyelamatkan sel-sel sehat.

Dengan menggunakan kandidat vaksin virus Zika yang dikembangkan di Duke-NUS, tim menemukan bagaimana strain ini menargetkan sel-sel yang berkembang biak dengan cepat di atas sel-sel dewasa menjadikannya pilihan ideal untuk menargetkan sel-sel kanker yang tumbuh cepat di otak orang dewasa.

Temuan pada peneliti tersebut yang mereka diterbitkan dalam Journal of Translational Medicine, berpotensi menawarkan alternatif pengobatan baru bagi pasien kanker otak yang saat ini memiliki prognosis (prediksi mengenai perkembangan suatu penyakit)buruk.

Glioblastoma multiforme adalah kanker otak ganas yang paling umum, dengan lebih dari 300.000 pasien didiagnosis setiap tahunnya di seluruh dunia. Tingkat kelangsungan hidup pasien tersebut buruk atau hanya sekitar 15 bulan, terutama karena tingginya insiden kekambuhan tumor dan terbatasnya pilihan pengobatan.

"Untuk pasien seperti itu, viroterapi oncolytic atau penggunaan virus rekayasa untuk menginfeksi dan membunuh sel kanker dapat mengatasi tantangan terapeutik saat ini," tulis Dr Carla Bianca Luena Victorio, penulis pertama makalah ini dan peneliti senior di Cancer & Stem di Program Penelitian Biologi Sel di Duke-NUS.

Virus Zika sendiri adalah salah satu pilihan dalam pengembangan awal. Tim Duke-NUS menggunakan strain virus Zika yang dilemahkan secara langsung (ZIKV-LAV), dengan kemampuan terbatas untuk menginfeksi sel-sel sehat namun masih dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar dalam massa tumor.

"Kami memilih virus Zika karena virus ini secara alami menginfeksi sel-sel yang berkembang biak dengan cepat di otak, sehingga memungkinkan kita menjangkau sel-sel kanker yang biasanya sulit untuk ditargetkan," kata Dr Victorio. "Strain ZIKV-LAV kami juga mereplikasi dirinya sendiri di dalam sel kanker otak, menjadikannya terapi hidup yang dapat menyebar dan menyerang sel-sel sakit di sekitarnya," imbuh dia.

Dr Victorio dan tim menetapkan bahwa strain ZIKV-LAV sangat efektif dalam menginfeksi sel kanker karena virus ini mengikat protein dalam jumlah tinggi hanya pada sel kanker dan bukan pada sel sehat. Setelah menginfeksi sel kanker, strain virus ini "membajak" sumber daya sel untuk bereproduksi, yang pada akhirnya membunuh sel tersebut.

Ketika selaput pelindung sel kanker pecah saat mati, ia melepaskan isinya, termasuk keturunan virus yang dapat menginfeksi dan membunuh sel kanker di sekitarnya. Selain itu, beberapa protein seluler yang dilepaskan dari sel yang terinfeksi dapat mengaktifkan respon imun untuk lebih menghambat pertumbuhan tumor.

Melalui eksperimennya, tim mengamati bahwa infeksi dari strain ZIKV-LAV menyebabkan 65 hingga 90 persen sel tumorglioblastoma multiformemati. Meskipun strain ZIKV-LAV juga menginfeksi 9 hingga 20 persen sel dari pembuluh darah di otak, infeksi tersebut tidak membunuh sel-sel sehat tersebut. Sebaliknya, strain virus Zika yang asli membunuh hingga 50 persen sel otak yang sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.