Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Usut Tuntas, Polda Riau Periksa Pihak Eksternal dan Internal Terkait Kematian Gajah

📅 Rabu, 27 Mar 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Usut Tuntas, Polda Riau Periksa Pihak Eksternal dan Internal Terkait Kematian Gajah Doc: ANTARA/HO-TNTN
Ket. Gajah Rahman binaan TNTN yang ditemukan tewas Januari lalu hingga kini masih diusut kepolisian.

Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah menyatakan telah melakukan pemeriksaan eksternal maupun internal untuk menyingkap tabir perihal matinya gajah sumatra bernama Rahman di Balai Konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).

"Perkembangan penyelidikan kita lakukan pemeriksaan eksternal. Kami juga lakukan pemeriksaan internal, yakni pawang gajah tersebut," kata Kepala Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau, Kompol Nasruddin di Pekanbaru, Selasa.

Dia mengatakan secara umum pihaknya sudah memeriksa 12 saksi dalam upaya penyelidikan. Selain itu informasi yang diperoleh, satu bulan sebelum kematian gajah Rahman, sempat terjadi aksi perambahan hutan.

Pelaku perambahan membuat semacam hambatan dengan pohon yang ditumbangkan sehingga mengganggu akses Polisi Kehutanan (Polhut) untuk ke lokasi perambahan hutan. Gajah Rahman itu kemudian berperan membersihkan lahan yang sengaja ditumbangkan perambah hutan.

"Ini menjadi satu kemungkinan juga bisa jadi pelaku dari luar," lanjutnya.

Sejauh ini, lanjut dia polisi juga menggunakan teknologi siber untuk mengungkap kasus tersebut. Ia juga turut meminta dukungan masyarakat agar segera menangkap pelaku yang menyebabkan kematian Gajah Rahman.

Diketahui seekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) binaan Balai TNTN ditemukan mati diduga dibunuh untuk diambil gading-nya, 10 Januari sekitar pukul 08.30 WIB. Kepala TNTN Heru Sutmantoro menjelaskan kematian gajah jantan bernama Rahman tersebut pertama kali diketahui oleh sang Mahout, Jumadi.

"Setelah didekati, gajah Rahman ditemukan dalam kondisi tergeletak lemas dan gading sebelah kiri sudah terpotong dan hilang," ucap Heru.

Disebutkan Heru, berdasarkan kondisi Rahman, diduga kuat gajah berusia 46 tahun tersebut diracun terlebih dahulu sebelum dipotong gading-nya. Sempat dilakukan upaya penanganan awal sesuai petunjuk dokter hewan BBKSDA Riau dengan memberikan obat pencahar (norit), susu dan gula cair menggunakan selang, namun naas gajah Rahman mati sekitar pukul 15.55 WIB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.