Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UPH Dampingi Remaja Berhenti Merokok Melalui GEBROK

📅 Senin, 03 Jul 2023, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
UPH Dampingi Remaja Berhenti Merokok Melalui GEBROK Doc: istimewa
Ket. Inisiator GEBROK, Allen Widysanto (kiri) saat dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi UPH.

JAKARTA - Universitas Pelita Harapan (UPH) dampingi para remaja untuk berhenti merokok melalui Gerakan Berhenti Merokok (GEBROK). Program pengembangan masyarakat tersebut melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran UPH yang tergabung dalam organisasi Centre for Indonesian Medical Students Activities (CIMSA).

Inisiator GEBROK, Allen Widysanto, menerangkan, Program ini terdiri dari enam modul yang difasilitasi oleh seorang mentor. Mentor bertanggung jawab terhadap satu kelompok kecil yang terdiri dari 5-6 orang partisipan usia SMP hingga SMA dari berbagai sekolah.

"Setiap minggu, kelompok tersebut akan mendapatkan satu modul yang diajarkan selama satu jam," ujar Allen, dalam keterangan resminya, Senin (3/7).

Allen yang merupakan profesor pertama bidang pulmonologi di Indonesia yang berasal dari universitas swasta itu menerangkan, dalam modul pertama, berisi pemahaman tentang teori-teori dasar terkait penggunaan tembakau. Peserta juga akan mengetahui konsekuensi jangka panjang dan pendek dari merokok.

"Partisipan juga diminta untuk menentukan tanggal berhenti merokok yang diinginkan," tambah Guru Besar dalam bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi UPH itu.

Modul kedua, lanjut dia, partisipan akan menerima pelatihan mengenai empat pendekatan strategi yang digunakan untuk berhenti merokok. Ketiga, kemajuan setiap partisipan dalam mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi akan dievaluasi.

Pada modul yang keempat, partisipan akan dimotivasi untuk memikirkan strategi yang tetap membuat mereka berhenti merokok dan melakukan relaksasi di rumah. Modul kelima bertujuan untuk mengkaji kemajuan setiap partisipan dan mengidentifikasi strategi yang telah dilakukan untuk mengurangi rokok.

"Keenam, partisipan diminta untuk merefleksikan usaha berhenti merokok yang telah dilakukan sejak mengikuti program dari awal hingga selesai," jelasnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Allen mengungkapkan, program tersebut menunjukkan hasil positif. Pada tahun 2015, delapan dari 11 partisipan berhasil berhenti merokok, pada 2016 terdapat 10 dari 10 partisipan berhasil berhenti merokok, dan pada tahun 2017 tujuh dari 11 partisipan berhasil berhenti merokok.

"Program GEBROK masih berlangsung setiap tahun secara konsisten. Meskipun terjadi pandemi Covid-19 pada tahun 2020 sampai dengan 2022, mahasiswa tetap semangat menjalankan program ini walaupun secara daring," katanya.

Allen menyebut, merokok di kalangan remaja merupakan ancaman yang lebih besar dibanding pada usia dewasa. Kemudahan dalam mendapatkan rokok juga berdampak pada kesehatan jangka panjang remaja.

"Center for Disease Control and Prevention (CDC) memperingatkan bahwa jika perilaku merokok pada remaja masih berlanjut, maka akan ada 5,6 juta orang berusia kurang dari 18 tahun yang akan meninggal lebih awal akibat penyakit yang terkait dengan rokok," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.