Trump Isyaratkan Kemungkinan Perundingan AS dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
📅 Senin, 17 Nov 2025, 09:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa perundingan di masa mendatang dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, kemungkinan akan dipertimbangkan, karena peningkatan kekuatan militer AS di kawasan telah memicu ketegangan antara kedua negara.
Presiden AS berbicara setelah Washington semakin meningkatkan tekanan dengan mengumumkan rencana untuk menetapkan kartel yang diklaim dipimpin Maduro sebagai kelompok teroris.
"Kami mungkin akan berdiskusi dengan Maduro, dan kita lihat saja nanti," kata Trump kepada wartawan di Florida pada Minggu (16/11). Ia menambahkan: "Mereka ingin berunding."
Ketika dimintai keterangan lebih lanjut, ia menjawab: "Venezuela ingin berunding. Apa maksudnya? Silakan saja, saya tidak tahu... Saya akan berunding dengan siapa pun."
Sebelumnya pada hari Minggu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan mengklasifikasikan Cartel de los Soles (Kartel Matahari) -- yang diklaim dipimpin oleh Maduro -- sebagai organisasi teroris asing (FTO).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kartel de los Soles, oleh dan bersama FTO lain yang ditunjuk, termasuk Tren de Aragua dan Kartel Sinaloa, bertanggung jawab atas kekerasan teroris di seluruh belahan bumi kita serta perdagangan narkoba ke Amerika Serikat dan Eropa," ujar Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam sebuah pernyataan.
Penunjukan ini, yang berlaku efektif mulai 24 November, menyusul mobilisasi militer AS besar-besaran di Karibia yang menurut Washington diperlukan untuk mencegah penyelundupan narkoba ke Amerika Serikat.
Namun, Caracas mengklaim tindakan tersebut sebenarnya adalah taktik untuk menggulingkan presiden sayap kiri, Maduro, yang dianggap AS sebagai pemimpin tidak sah dan gembong narkoba -- sebuah tuduhan yang dibantahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serangan Mematikan AS
Rubio menegaskan kembali sikap AS pada hari Minggu bahwa Kartel de los Soles dipimpin oleh Maduro dan pejabat tinggi lainnya "yang telah merusak militer, intelijen, legislatif, dan yudikatif Venezuela."
"Baik Maduro maupun kroninya tidak mewakili pemerintahan sah Venezuela," tambahnya.
Departemen Keuangan AS pada bulan Juli mengumumkan sanksi terhadap Cartel de los Soles setelah diklasifikasikan sebagai entitas Teroris Global yang Ditunjuk Khusus karena diduga memberikan "dukungan material" kepada kelompok kriminal Amerika Latin lainnya.
Rubio juga mengatakan pada hari Minggu bahwa Amerika Serikat "akan terus menggunakan semua alat yang tersedia untuk melindungi kepentingan keamanan nasional kami dan menolak pendanaan dan sumber daya untuk teroris narkotika."
Sejak meluncurkan kampanye militer anti-perdagangan narkoba pada bulan September, pasukan AS telah menewaskan setidaknya 83 orang yang dituduh mengangkut narkoba di perairan internasional, menurut penghitungan AFP dari angka-angka yang dirilis ke publik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!