Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TP-Link Adakan Kompetisi Foto dan Video Bertema Perantau

📅 Jumat, 17 Mar 2023, 20:10 WIB | Oleh:
TP-Link Adakan Kompetisi Foto dan Video Bertema Perantau Doc: ISTIMEWA
Ket. Perantau

JAKARTA - Merantau punya sejarah yang panjang bagi sebagian suku di Indonesia, seperti masyarakat di Minangkabau. Bahkan budaya ini tersirat di pantun yang berbunyi "Karantau madang di hulu. Babuah babungo balun, Marantau Bujang dahulu. Di rumah baguno balun." Pantun ini memiliki makna agar anak muda Minangkabau untuk merantau untuk memberi manfaat besar kepada kampung halamannya.

Selain orang Minangkabau, orang Jawa juga telah tersebar di berbagai wilayah, baik dalam maupun luar negeri. Hal tersebut ditunjang dengan program transmigrasi yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia serta Pemerintah Kolonial Belanda pada saat itu. Di tanah rantau masyarakat Jawa dikenal sebagai pekerja yang ulet dan tekun, serta masih memiliki keterkaitan etnisitas dan identitas Jawa sebagai modal kultural.

Merantau sendiri didefinisikan sebagai proses migrasi yang dilakukan oleh seseorang untuk mencari nafkah atau menempuh pendidikan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Bagi sebagian orang, terdapat beberapa alasan untuk merantau, seperti meningkatkan pendapatan, mencari kesempatan untuk berkembang, hingga mencari peluang untuk meningkatkan kualitas hidup.

Hal ini sejalan dengan penelitian berjudul "Popularitas Merantau Sebagai Solusi Mendapatkan Kehidupan yang Layak" oleh Muhammad Yusran pada 2017. Penelitian ini menyimpulkan masyarakat di Desa Perpadungan, Provinsi Sulawesi Selatan, memilih untuk merantau karena alasan ekonomi, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, keterbatasan lapangan pekerjaan, hingga terdapat persepsi dengan merantau dapat mengubah kebiasaan dari sesuatu yang buruk menjadi lebih baik.

Tidak dapat dimungkiri bahwa merantau dapat membawa keberuntungan, namun terdapat beberapa tantangan yang akan dihadapi oleh seorang perantau, seperti pengelolaan keuangan, biaya hidup, keamanan, serta tingkat kriminalitas di daerah tersebut.

Hal ini diakui oleh Ghazzali Insan Ramadhan, seorang karyawan swasta asal Kota Blitar, Jawa Timur yang bekerja di Jakarta. Dalam memilih tempat tinggal selama di Jakarta, salah satu faktor yang menjadi penilaiannya adalah terkait keamanan.

"Kebetulan di tempat tinggal saya peraturannya cukup ketat, seperti tamu jika ingin menginap perlu melapor dan maksimal menginap selama satu hari, keluarga pun ada maksimalnya dalam menginap," ungkapnya.

Ia juga menambahkan, tempat tinggalnya saat ini dilengkapi dengan Close Circuit Television (CCTV), sehingga dapat mengawasi kegiatan dan aktivitas penghuni, serta meningkatkan rasa nyaman. Untuk memberi semangat serta rasa aman dan nyaman bagi para perantau, TP-Link Indonesia mengadakan kompetisi foto dan video bertajuk #RumahItu #RumahTapo.

Tema perantau i dipilih untuk mengajak peserta lomba untuk membuat foto atau video yang dapat mendefinisikan apa itu "rumah" dengan menyebarkan momen yang dianggap berharga.

Marketing Manager TP-Link Indonesia Defrie D. Gunawan, mengatakan ia percaya, definisi rumah memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang namun memiliki makna yang sama, yaitu tempat di mana kita dapat merasa aman dan terkoneksi. "Melalui kompetisi ini, kami ingin mendefinisikan apa makna rumah, terutama bagi yang merantau," ujar dia melalui siaran pers Jumat (17/3).

Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta harus follow Instagram dan TikTok @tplink.indonesia serta Instagram @tapo.indonesia. Selanjutnya peserta dapat membuat foto atau video tentang definisi rumah. Setelah itu, peserta dapat upload foto maupun video yang telah dibuat ke TikTok dan tag @tplink.indonesia atau story Instagram dan tag @tplink.indonesia serta @tapo.indonesia dengan menggunakan hastag #RumahItu dan #RumahTAPO di postingannya.

Sepuluh video terbaik akan di repost untuk dilakukan online voting guna memilih pemenang, pengumuman pemenang kompetisi akan diumumkan melalui live TikTok di akun @tplink.indonesia pada 20 April 2023.

Juara pertama akan mendapatkan voucher 500.000 rupiah serta produk TP-Link Tapo yaitu C210 Smart IP Camera, sementara juara dua akan mendapatkan voucher 350.000 rupiah serta produk TP-Link Tapo C200 Smart IP Camera, dan juara tiga hingga 10 akan mendapatkan voucher 50.000 rupiah serta produk TP-Link Tapo P115 Smart Plug. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Instagram TP-Link @tplink.indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

17 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.